oleh

Pemerintah Daerah Boleh Kredit Pola Standby Loan

RADARNTT, Kupang – Ekonom Vincent Repu mengatakan, Pemerintah Daerah dapat melakukan kredit pola standby loan, yang mesti dikonsultasikan dengan pemerintah pusat agar mendapat kepastian alokasi APBN untuk itu.

“APBN dipastikan agar pemerintah daerah dimungkinkan meminjam. Jika mungkin, maka pembangunan di NTT akan lebih cepat dan lebih pasti, seperti infrastruktur jalan, air bersih dan lain lain bisa lebih cepat terselesaikan,” kata Vincent Repu, Rabu (20/11/2019).

Menurut dia, Pemerintah Daerah akan lebih leluasa mengeksekusi program kegiatan karena ketersediaan dana cadangan melalui mekanisme standby loan yang disupport APBN sebagai sumber pendapatan daerah.

Untuk perkara pinjam meminjam, tak bisa dipungkiri adanya berbagai istilah yang jarang diketahui orang pada umumnya, dan salah satu istilah yang harus dikenal adalah standby loan.

Standby loan adalah komitmen pinjaman dengan mekanisme tersendiri di mana pemberi pinjaman menyertai komitmen tertulis terhadap pinjaman dana pada suatu kondisi di masa depan. Saat proses pinjam meminjam terjadi, ada kesepakatan di mana dana pinjaman tidak bisa digunakan kecuali suatu kondisi yang tertulis dalam persyaratan terjadi.

Standby loan bermanfaat sebagai cadangan dana sewaktu-waktu hal yang tidak diinginkan terjadi. Selain itu, dengan standby loan, dana bisa dipakai sesuai kebutuhan tanpa harus membayar bunga penuh.

Mari sejenak kita bandingkan standby loan dengan metode peminjaman fixed loan dan rekening koran. Pinjaman fixed loan adalah kredit modal kerja dimana pembayaran atau pelunasannya dilakukan bersamaan sesuai plafon kredit dengan pemberitahuan debitur pada bank. Debitur juga menandatangani Surat Pengakuan Hutang saat penarikan fasilitas kredit.

Bentuk kredit modal usaha lainnya adalah pinjaman Rekening Koran. Pinjaman ini berbentuk suatu fasilitas bagi debitur untuk melakukan penarikan melalui rekening koran hingga tercapai saldo negatif tertentu menggunakan cek/giro.

Dengan informasi di atas, tentunya sudah jelas keunggulan dari standby loan dengan segala manfaatnya. Dengan menggunakan sistem standby loan, peminjam dapat gunakan dana secara lebih fleksibel tanpa harus membayar bunga penuh.

Mantan Executive Director Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia Ceppie K. Sumadilaga pada tahun 2009 pernah menuturkan bahwa pencairan standby loan harus dilihat bedasarkan kebutuhan. “Tenor untuk standby loan berbeda dengan biasanya,” kata Ceppie. Sepanjang dana itu belum dipakai, maka tidak akan dihitung.

Standby loan biasa digunakan untuk memastikan ketersediaan dana cadangan yang dapat digunakan bila terjadi suatu musibah, atau hal yang tidak diinginkan. Pinjaman ini juga dapat diartikan sebagai sebuah dana asuransi yang akan tersedia ketika proyek selesai dilaksanakan dan ini sebagai pendorong adanya tambahan pemasukan.

Sederhananya, pinjaman ini bersifat siaga untuk menghadapi suatu perkembangan kondisi keuangan. Dalam konsep hubungan internasional, standby loan ini juga sering digunakan oleh negara-negara berkembang. Di mana negara berkembang mendapatkan standby loan dari pihak lembaga keuangan internasional berupa dana yang bersifat siaga untuk menghadapi perkembangan keuangan.

Dalam konsep ini, standby loan selain berfungsi sebagai penyangga terhadap cadangan devisa, pinjaman ini pada gilirannya juga akan berguna untuk mengamankan neraca pembayaran, serta sebagai pinjaman siaga yang juga dapat digunakan sebagai dana pendamping kredit ekspor.

Kendatipun standby loan ini biasanya tidak dipergunakan, tapi ketika pihak peminjam mendapatkannya, ia tetap diharuskan untuk membayar commitment fee, atau sejenis bunga, yang besarnya tergantung pula pada kesepakatan.

Standby loan ini juga sering disebut sebagai special purpose credit atau standby commitment(TIM/RN)

Komentar