oleh

Gubernur Viktor Ajak Dunia Usaha Gairahkan Ekonomi NTT

-Ekonomi-346 views

RADARNTT, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengajak semua pihak untuk kembali menggairahkan ekonomi NTT. Para pengusaha diminta untuk terlibat langsung melakukan kegiatan investasi di NTT.

“Saya minta kita semua mendesain dan melaksanakan proses pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di NTT. Saya ajak kita buat kegiatan dan makan di restaurant supaya geliat ekonomi mulai bergerak,” tegas Gubernur, menanggapi gagasan dan tanggapan dari peserta Diskusi Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha terus dibangun untuk sama-sama bergerak memajukan ekonomi NTT.

“Dua minggu lagi kita siap landing semua proses kegiatan kita. Jangan konsep dan diskusi lagi. Kita siap landing dan eksekusi,” tegas Gubernur Viktor Laiskodat.

Diskusi yang digelar Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK), di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Rabu (26/8/2020) dengan keynote speaker, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Sementara pembicara lain adalah Kepala OJK NTT, Robert Sianipar, Kepala BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Bupati Kupang, Korinus Masneno, serta dihadiri anggota DPD RI, Abraham Paul Lyanto, dan unsur pengusaha maupun lembaga jasa keuangan.

Kepala FKLJK, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, diskusi tersebut adalah wujud nyata dari spirit untuk menterjemahkan program kerja agar akselerasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di NTT lebih cepat.

“Dalam diskusi yang kami lakukan, ada spirit untuk kerja bersama, dan sama-sama bekerja,” ujar Alex Riwu Kaho dalam sambutannya mengawali kegiatan diskusi.

Ia menjelaskan, arahan dari Gubernur NTT sebagai keynote speaker dalam diskusi bisa menjadi landasan bagi Bupati dan Walikota untuk membangun sinergitas guna menekan angka kemiskinan di NTT

“Sesuai dengan mapping Bapak Gubernur NTT yaitu upaya ini akan dimulai dari Pulau Sumba dan Timor,” kata Plt Dirut Bank NTT ini.

Riwu Kaho berharap, forum diskusi strategi percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur bisa menghasilkan komitmen untuk perbaikan ekonomi NTT ke depan.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTT di triwulan kedua mengalami kontraksi, tetapi masih lebih baik dibandingkan dengan Provinsi Papua.

Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah mendorong sektor pertanian, pemerintahan, konstruksi dan sektor perdagangan agar pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih cepat.

“Optimisme dari dunia usaha sudah mulai naik maka momentum ini yang harus kita ambil. Perlu ada suntikan modal sehingga mereka bisa berproduksi,” ujar Kepala BI NTT, Nyoman Atmaja.

Sementara itu, Kepala OJK NTT, Robert Sianipar menyampaikan, untuk mempercepat pemulihan ekonomi, maka pemerintah bersama OJK telah mengeluarkan beberapa kebijakan.

Kebijakan tersebut diantaranya
relaksasi kredit, penjaminan kredit, subsidi bunga, serta melonggarkan social distancing.

“Semua ini tujuannya adalah menggairahkan dunia usaha agar harapannya triwulan ketiga bisa tumbuh dan tidak mengalami kontraksi. Semangatnya mari kita sama-sama mengambil bagian untuk mempercepat pemulihan ekonomi NTT,” ungkap Robert Sianipar.

Bupati Kupang, Korinus Masneno mengungkapkan, untuk mempercepat pertumbuhan dan pemulihan ekonomi, pihaknya meminta perbankan untuk membantu petani dan peternak di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki 300 kelompok ternak yang telah diasuransi. Jika kelompok ternak tersebut diberikan kredit oleh perbankan, maka ia menjamin peternak tidak mungkin menunggak dalam membayar kredit.

“Saya jamin secara moral, bahwa apabila bapak-bapak memberikan kredit untuk kelompok peteranak di Kabupaten Kupang, maka tidak akan macet kecuali ada penyakit korona sapi,” tegas Bupati Korinus Masneno.

Ia berjanji akan memberikan data kreditur peternak dan petani di Kabupaten Kupang by name dan by address agar bisa diintervensi oleh perbankan.

Sekertaris HIPMI NTT, Yuston Karwayu mengatakan, gambaran dalam diskusi yang digelar FKLJK masih bersifat normatif.

“Kita butuh hal-hal konkrit. Kita butuh suntikan untuk usaha kesehatan dan makanan, karena sektor tersebut sangat cocok di masa pandemi. Kita omong soal ekonomi, maka pelaku usaha harus ditolong oleh perbankan,” jelas Yuston. (MN/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan