oleh

Viktor: Kerapu Masa Depan NTT

-Ekonomi-436 views

KERAPU dari Wae Kelambu dan Mulut Seribu, Viktor Laiskodat bergerak ke Flores Timur, Lembata dan Alor untuk masa depan Nusa Tenggara Timur.

Usai menebar benih ikan kerapu di Wae Kelambu Riung kabupaten Ngada dan Mulut Seribu Rote Ndao pada tahun lalu. Hal sama bakal dilakukan di Flores Timur, Lembata dan Alor. Kita perlu mengembangkan investasi itu untuk jangka panjang dan masa depan NTT.

Kini sekali menebar tapi panen berkali-kali dan akan terus beranak-pinak sepanjang waktu dan tidak saja makan ikan tetapi ada juga wisata mancing ikan.

Begitu pernyataan penuh keyakinan dan optimisme terlontar dari mulut orang nomor satu NTT, bung Viktor Laiskodat saat diskusi ringan di kediamannya tengah pekan ini.

Meskipun raut lelah terpancar, karena belum tuntas perjalanan panjang lintas Flores dari Kota Pariwisata Labuan Bajo yang terhenti sejenak di Kota Pancasila Ende, dan akan dilanjutkan pada akhir bulan Juli di Nian Tana Sikka hingga Nusa Kenari Alor.

“Kita harus menunjukkan bahwa benar kita adalah daerah maritim, perlu rekayasa budidaya ikan tidak saja bergantung pada alam. Namun, tetap menjaga alam agar alam pun menjamin kehidupan kita,” tegas Viktor Laiskodat.

Jenis ikan kerapu sangat diminati orang, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kita harus bisa memenuhi itu, kebutuhan ikan nasional dan juga ekspor.

“Kita suplai ikan ke Jawa dan Bali, untuk kebutuhan restauran dan hotel juga ekspor ke Jepang, orang di negeri Sakura lebih suka ikan kerapu dalam ukuran besar,” tuturnya.

Ini prospek yang mesti diseriusi masyarakat, pemerintah dan dunia usaha. Ikan tidak saja untuk kebutuhan ekspor tetapi lebih dari itu, untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan memberi rantai nilai ekonomi yang mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Viktor Laiskodat mengajak masyarakat, instansi teknis dan stakeholder terkait agar mencurahkan hati dan pikiran untuk bekerja mengembangkan budidaya ikan kerapu.

Menjadikan budidaya ikan (kerapu) sebagai gerakan bersama, “Laut adalah masa depan kita, mari memandang laut sebagai serambi depan,” pinta Gubernur Viktor Laiskodat.

Komentar

Jangan Lewatkan