oleh

NTT Alami Inflasi dan Defisit Perdagangan Luar Negeri

-Ekonomi-326 views
Spread the love

RADARNTT, Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Nopember 2021 ini, mengalami inflasi sebesar 0,49 persen hasil gabungan 3 Kota di NTT dan juga mendapat defisit neraca perdagangan luar negeri sebesar US $ 34.753.624 per Oktober 2021.

Berdasarkan rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Rabu, (01/12/2021), NTT mengalami inflasi sebesar 0,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,82. Yang mana perinciannya, Kota Kupang mengalami Inflasi sebesar 0,60 persen, Kota Maumere mengalami Inflasi sebesar 0,48 persen dan Kota Waingapu mengalami Deflasi sebesar 0,34 persen.

“Inflasi Nopember 2021 di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 8 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok tranportasi yang naik sebesar 1,37 persen,” demikian dijelaskan BPS NTT dalam keterangan pers.

Pada November 2021, dari 90 kota sampel IHK Nasional, 84 kota mengalami Inflasi dan 6 kota mengalami Deflasi. Kota yang mengalami Inflasi tertinggi adalah Kota Sintang sebesar 2,01 persen dan Inflasi terendah terjadi di Kota Bima dan Pontianak sebesar 0,02 persen. Sedangkan Deflasi terbesar terjadi di Kota Kotamobagu sebesar 0,53 persen dan Deflasi terendah terjadi di Kota Tual sebesar 0,16 persen.

“Oktober 2021 Neraca Perdagangan Luar Negeri NTT Tahun 2021 defisit sebesar US $ 34.753.624,” jelas BPS NTT.

Ekspor Provinsi Nusa Tenggara Timur pada bulan Oktober 2021 senilai US $ 1.717.271 dengan volume sebesar 6.421,46 ton mengalami peningkatan sebesar 20,70 persen dari ekspor bulan September 2021 yang sebesar US $ 1.422.732. Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas senilai US $ 99.202 dan ekspor non migas senilai US $ 1.618.069

“Komoditas ekspor Provinsi NTT bulan Oktober 2021 seluruhnya dikirim ke Timor Leste sebesar US $ 1.717.271,” terang BPS NTT.

Komoditas terbesar yang diekspor Provinsi NTT pada bulan Oktober 2021 adalah kelompok komoditas Garam, Belerang, Kapur (25) senilai US $ 247.126

Impor Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Oktober 2021 senilai US $ 3.662.195 dengan volume sebesar 7.545,53 ton dengan komoditas impor terbesar adalah Bahan Bakar Mineral (27) yang didatangkan dari Singapura dan Korea Selatan

Jika membandingkan kumulatif nilai ekspor sebesar US $ 11.854.954 terhadap kumulatif nilai impor sebesar US $ 46.608.578 maka pada tahun 2021 terdapat defisit sebesar US $ 34.753.624. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan