oleh

Jangan Padamkan Api Juang

-Feature-103 Dilihat

(Catatan Ringan Pengukuhan Pengurus Cabang PGRI Kota Kupang )

Gemuruh pekik para guru Kota Kupang membahana. Setidaknya guru-guru sebagai pengurus yang dilantik telah mengikrarkan diri. Mereka hendak membulatkan tekad bersatu mewujudkan harapan-harapan tetebar di relungnya masing-masing.Suara-suara yang tak terdengar di kala bergaung di ruang-ruang kelas, atau di rumahnya masing-masing.

Suara yang mesti tersalur melalui sebuah wadah terorganisir. Bahwa mereka mengemban tugas kemanusiaan karena memanusiakan manusia, tetapi mereka pun tak hendak membiarkan suara-suaranya terabaikan. Tentu saja PGRI menjadi wadah untuk menebarkan segala asa agar wajah para guru tidak tersamar oleh kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan. Atau mungkin wajah para guru kemudian terjerembab dalam kepentingan politik bahkan dipolitisir. Karena itu, PGRI menjadi pilihan tepat agar para guru tidak terkontaminasi oleh hasutan-hasuan yang membawanya ke dunia abu-abu semisal area politis.

Guru-guru yang selalu bergulat dalam konteks pengabdian tanpa pamrih mesti diimbangi dengan haknya sebagai guru profesional. Konkretnya, dengan wadah PGRI, para guru hendak mendesain kelayakan hidupnya tentu selaras dengan segala keajibannya. Setidaknya, hal itu telah terbukti sejak bedirinya tujuh puluh tujuh tahun silam, 25 November 1945.PGRI.

Aula lantai dua Hotel Pelangi di Jalan Veteran Kelapa Lima Kota Kupang, tidak saja menjadi saksi tetapi menuliskan sejarah tentang PGRI Kota Kupang. Jumat, (8/4/2022) PGRI Propinsi NTT melantik dan mengukuhkan Badan Kelengkapan Pengurus PGRI Kota Kupang. Dikukuhkan pula pengurus cabang pada enam kecamatan di Kota Kupang, yaitu kecamatan Alak, kecamatan Maulafa, kecamatan Kota Raja, kecamatan Kota Lama, kecamatan Oebobo, dan kecamatan Kelapa Lima.

Para pengurus ranting tersebut dikukuhkan oleh Ketua PGRI Kota Kupang, Aplunia Detan, S.Pd, M.Pd. Dalam sambutannya, guru bahasa Inggirs pada salah satu SMPN di Kota Kupang ini mengharapakan dedikasi dan pengorbanan untuk organisasi PGRI. Pengorbanan bukan saja soal tenaga dan pikiran, tetapi juga waktu dan bahkan materi.

“Saya sendiri selalu mengalokasikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tri Wulan pertama untuk organisasi ini,” tandas Nia Detan, demikian ia selalu disapa, disambut tepuk tangan meriah para guru. Salah satu guru penggerak di Kota Kupang ini mencontohkan, jika menghadiri beberap konggres yang dilakukan PGRI pusat, ia harus membiayainya sendiri.

Semangat berkorban untuk kepentingan banyak orang baginya merupakan pillihan.Pahit memang, tetapi sebagai seorang guru akan menorehkan jasa dan pengabdiannya. Semangat ini tentu harus menjadi virus pemicu bagi pengurus yang dikukuhkan. Berkorban untuk orang lain, untuk sesuatu yang lebih bermartabat bagi para guru dan generasi mendatang.

Memang, hadirnya insan yang berprofesi guru telah membuka mata terhadap dunia. Dengannya generasi bangsa dapat melihat dunia dengan membaca, bahkan dengan menulis generasi bangsa pun dapat menjangkau dunia.

Di tangan para pahlawan tanpa tanda jasa, harkat dan martabat bangsa didongkrak agar sejajar dengan bangsa lain. Sebuah pengorbanan mulia dari hati pun jiwa. Dengan demikian, sudah selayaknya harkat dan martabat guru perlu mendapatkan tempat yang layak, mendapat tempat di hati para penentu kebijakan.

Oleh karena itu, mereka hendak berbenah melalui wadah PGRI, berinovasi dan berkreasi di sampung berkonsolidasi mewujudkan guru-guru profesional. Aplunia Dethan, kemudian menyimpulkan segala budi baik guru dengan ungkapan sederhana, dari kita untuk guru, dan dari guru-guru untuk kita.

Melalui Kuputusan PGRI Kota Kupang, Nomor:12/PGRI.Kota/IV/2022, telah dikukuhkan pengurus cabang untuk enam Kecamatan di Kota Kupang sebagai berikut.

Ketua Pengurus Cabang Kota Raja Mery H. Malesay, S.Pd, Markus Laitabun (Wakil Ketua), Welhelmina Manaha, S.Pd (Sekretaris), Mexelinda S Weni, S.Pd dan Yacoba Bunga Kaho, S.Pd, MM (Bendahara).

Ketua Pengurus Cabang Maulafa Dra. Tri Sulistina, S.Pd, Yohanes Joni Liwu, S,Pd ( Wakil Ketua), Yospri Ivanivithon Lodoh, S.Pd (Sekretaris), Adriana Leto, S.Pd (Wakil Sekretaris) dan Febby Margaritha, S.Pd sebagai Bendahara.

Ketua Pengurus Cabang Kecamatan Alak Marthen Boboy, S.Pd,.M.Pd, Farida Bessie, S.Pd (Wakil), Yapi Jowa Rauta, S.Pd (Sekretaris), Yunita Viona Ay, S.Pd (Wakil Sekretaris) dan Sofia Diana Duka Djuma, S.Pd (Bendahara).

Renny Octavianus, S.Pd sebagai Ketua Pengurus Cabang kecamatan Kota Lama, Naomi Dillak, S.Pd (Wakil), Amelia Raja Leba, S.Pd (Sekretaris), Elisabeth Kollin, S.Pd (Wakil Sekretaris) dan Anastasia Nainaban, S.Pd sebagai Bendahara.

Pengurus Cabang Kecamatan Kelapa Lima diketuai oleh Drs. Imanuel Tulle, Maurits Floris,S.Pd.,MM (Wakil Ketua), Liberti Bunga Tedju, S.Pd (Sekretaris), Oktaviana Adoe, S.Pd (Wakil Sekretaris) dan Naomi Kore Doko, S.Pd sebagai Bendahara.

Setiap pengurus cabang dilengkapi dengan 14 Skeretaris Bidang (Sekbid).Sekbid-sekbid itu di antaranya kaderisasi dan organisasi, profesi, Pengembangan Karier, Sekbid Penegakan Kode Etik, Advokasi, Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi, Sekbid Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekbid Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan, Sekbid Kerja Sama dan Pengembangan Usaha, Sekbid Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan, Sekbid Pemberdayaan Perempuan, Sekbid Kominfo, Sekbid Olahraga, Seni dan Budaya, Sekbid Pembinaan Kerohanian dan Karakter Bangsa, Sekbid Hubungan Antar Lembaga, dan Sekbid Pengembangan Pendidikan Khusus dan Non Formal.

Seorang Ketua PGRI Kota Kupang, Aplunia Dethan, S.Pd, M.Pd pun selalau berharap penuh kepada pengurus yang dikukuhkan.

“Bahwa PGRI adalah wadah guru yang sudah nyata perjuangannya. Karena itu, pengurus cabang kecamatan yang dilantik harus menjadi lokomotif dan wadah aspirasi kecamatan dengan penuh percaya diri mengenal orprof yang telah nyata hadir untuk guru dari semua sisi. PGRI adalah organisasi akar rumput dan untuk guru. Jangan padamkan api juang para pejuang PGRI yang ada di tangan para pengurus cabang,” pungkasnya penuh yakin.

 

Oleh: Joni Liwu, Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Maulafa, Guru di SMPN 13 Kota Kupang

Komentar

Jangan Lewatkan