oleh

Ratusan Warga Manyar Demo, Minta PT. Jebe Koko Ditutup

 

RADAR NTT, Gresik — Ratusan warga Kecamatan Manyar melakukan aksi turun ke jalan di depan PT Jebe Koko dan dipimpin oleh Korlap Khumaidi Ma’un pada hari kemarin pada pukul 13.00 WIB (Jumat, 13/07/2018).

Kedatangan warga dari sejumlah desa yang berada di Kecamatan Manyar merasa terganggu akibat bau busuk yang berasal dari PT. Jebe Koko.

Warga Manyar, Sidomukti, Manyarejo dan Manyar Sidorukun mendesak agar Pabrik Jebe Koko menghentikan produksi cokelat, karena menurut mereka pabrik itu telah mencemari lingkungan.

Selain itu warga beralasan bau yang berasal dari pabrik sangat menyengat dan bau tidak sedap diduga bersumber dari hasil peleburan kakao.

“Baunya bikin warga Manyar sesak nafas,” teriak salah satu orator aksi.
Ratusan warga berjalan kaki dari Manyar yang jaraknya sekitar 1,5 km hingga ke lokasi pabrik sembari berteriak, ” Pabrik Ambu Bosok.”

Dalam aksinya kerumunan pendemo yang berdiri di tengah terik matahari sempat menggedor gerbang Pabrik PT Jebe Koko. Para pendemo juga membentang sejumlah poster diantaranya bertuliskan, Jebe Koko Iku Pabrik Sampah (Pabrik Jebe Koko itu pabrik sampah), Sang Emak Loro-loroan (ibu saya sakit-sakitan), dan poster lainnya.

Khumaidi Ma’un dalam orasinya menyatakan, jika manajemen Jebe Koko membohongi warga lagi, tidak menepati janji, maka cuma satu kata “Kami Warga Manyar akan menutup PT Jebe Koko.”

Akhirnya ratusan masa pendemo ditemui pihak manajemen, kemudian warga berbondong mengarak manajemen PT Jebe Koko dari Pabrik ke Kantor Kecamatan Manyar yang didampingi pemerintahan desa dan tokoh masyarakat.

Berdasarkan pantauan wartawan radarntt dilokasi, massa sempat mengamuk sebelum pihak manajemen PT Jebe Koko bersedia menemui massa bahkan pendemo memblokir jalan Pantura, sehingga lalu lintas dari 2 arah macet total.

Setelah sampai di Kantor Camat Manyar baik pendemo dan manajemen pabrik melakukan musyawarah yang dihadiri oleh Camat Manyar, Kapolsek Manyar, Muspika, Pemerintahan Desa, Tokoh Masyarakat.

Musyawarah berlangsung selama 1,5 jam dan awalnya pihak manajemen PT Jebe Koko tidak mau tutup karena pihak manajemen utama tidak bersedia.

Setelah manajemen Pabrik Jebe Koko Cabang Manyar itu berkomunikasi intens ke manajemen utama di Malaysia akhirnya mereka memutuskan untuk menutup sementara. Pabrik akan melakukan produksi lagi bila peralatan sudah dibenahi agar tidak menimbulkan bau tak sedap, kata Ferdiansyah manajemen PT Jebe Koko.

Camat, pemerintahan desa, tokoh masyarakat dan pihak manajemen PT.Jebe Koko menandatangani hasil musyawarah tersebut dengan materai 6000, didalam surat tersebut berisi perjanjian dan kesepakatan bersama termasuk meminta pihak PT.Jebe Koko siap menutup sementara.

Usai musyawarah selesai warga sempat mengultimatum pihak pabrik, dengan mengatakan bila dikemudian hari pabrik Jebe Koko masih memproduksi bau busuk maka warga akan kembali memblokir jalan masuk pabrik. (Bo/Set/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru