oleh

2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS SMPN 1 Reok Ditahan Kejari Manggarai

-Hukrim-335 views

RADARNTT, Ruteng – Dua orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019 dan 2020 pada Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 1 Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai dengan kerugian mencapai Rp839.401.569 resmi ditahan Tim Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo.

Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Bayu Sugiri, SH., kepada media ini menjelaskan, pada hari Senin, 2 Agustus 2021, sejak pukul 09.00-16.00 Wita, tepatnya bertempat di ruang pemeriksaan Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Manggarai, Tim Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo, telah melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Tersangka HN, S.Pd., dan Tersangka MA, S.Pd.

“Pemeriksaan tersebut terkait dengan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana BOS Reguler tahun 2017 sampai tahun 2020 pada SMP Negeri 1 Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” tukasnya.

Dikatakan Sugiri, pemeriksaan tersebut untuk kepentingan Penyidikan, Tim Penyidik menahan Tersangka HN, S.Pd., dan Tersangka MA, S.Pd., untuk selama 20 hari di RUTAN Polres Manggarai terhitung sejak 2 Agustus 2021 sampai 22 Agustus 2021.

Hal itu, jelasnya, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penyidikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo Nomor : Print-95/N.3.17.8/Fd.1/08/2021, tanggal 2 Agustus 2021 atas nama Tersangka HN, S.Pd., dan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penyidikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo Nomor : Print-94/N.3.17.8/Fd.1/08/2021, tanggal 2 Agustus 2021 atas nama Tersangka MA, S.Pd.,.

Penahanan terhadap Tersangka HN, S.Pd., dan Tersangka MA, S.Pd., dilakukan dengan pertimbangan:

1. Pasal 21 ayat (1) KUHAPdilakukan dengan pertimbangan subyektif bahwa dikhawatirkan para tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana;

2. Pasal 21 ayat (4) huruf a, tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Para Tersangka disangka melanggar: Primair: Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Subsidiair: Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dikatakan Sugiri, Modus Operandi yang dilakukan oleh para tersangka, dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler pada SMP Negeri 1 Reok Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, dan 2020 adalah :

Pertama: Melaksanakan Kegiatan Fiktif (uangnya dibagikan-bagikan kepada para guru dan pegawai). Kedua: Mark Up Kegiatan;

Ketiga: Melaksanakan Kegiatan yang tidak dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban yang lengkap dan memadai;

Keempat: Kelebihan pembayaran honor kepada para guru dan pegawai;

Dikatakannya bahwa kerugian keuangan negara yang timbul akibat perbuatan Tersangka HN, S.Pd. dan Tersangka MA, S.Pd., dalam pengelolaan Dana BOS Reguler Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, dan tahun 2020 pada SMPN 1 Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai adalah sebesar Rp839.401.569.

“Dengan rincian: Kesatu: Terdapat Pengeluaran Fiktif sebesar Rp430.748.409,” terangnya.

Kedua: Terdapat Mark Up Pengeluaran sebesar Rp160.362.632. Ketiga: Terdapat Pengeluaran yang tidak dilengkapi dengan pertanggungjawaban yang lengkap dan memadai sebesar Rp115.990.528.

Keempat: Terdapat Kelebihan pembayaran Honor Tahun 2020 pada 16 Pegawai Honorer SMPN 1 Reok sebesar Rp132.300.000.

“Sebagaimana dalam Laporan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana BOS Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019 dan 2020 pada SMPN 1 Reok, Kabupaten Manggarai dari Inspektorat Daerah Kabupaten Manggarai Nomor :06/Insp/Lapsus/PKPT-2021, tanggal 18 Juni 2021,”terangnya.

Para pihak yang terkait, kata Sugiri, terdapat (29 orang saksi) dalam Pengelolaan Dana BOS Reguler Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2020 pada SMPN 1 Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

“Mereka yang turut menjadi saksi terdiri dari: Guru dan Pegawai pada SMPN 1 Reok, Pihak Ke-3 kegiatan makan dan minum, Pihak Ke-3 kegiatan pengadaan ATK telah mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp441.102.858,” tutup Sugiri. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan