oleh

Polres Sumba Barat Bekuk Pelaku Penipuan Investasi Online

-Hukrim-8.666 views

RADARNTT, Waikabubak – Polres Sumba Barat berhasil menangkap pelaku penipuan investasi online atas nama Jeffry Nnir Muqsiht alias Jeffry di kabupaten Kudus, provinsi Jawa Tengah.

Pria asal Jawa Tengah ini ditangkap dan diamankan oleh Polres Sumba Barat berdasarkan laporan masyarakat kabupaten Sumba Barat terkait kasus penipuan investasi online dengan kerugian masyarakat Sumba Barat sebesar Rp705.800.000 dari 68 orang masyarakat Sumba Barat yang merupakan korban penipuan investasi online.

Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, saat pers rilis di Lobi Pasola Mapolres Sumba Barat, Senin (01/03/2021), menerangkan penangkapan pelaku penipuan investasi online, setelah menerima laporan dari masyarakat Sumba Barat dan sekitarnya terkait adanya penipuan investasi online yang dialami oleh 68 orang korban.

“Setelah menerima laporan masyarakat kita langsung memerintahkan Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Sumba Barat untuk mencari dan menangkap pelaku Jeffry Nnir Muqsiht,” terang Kapolres

Kapolres juga menyampaikan bahwa pelaku Jefry mengantongi uang mencapai Rp705.800.000 hasil investasi bodong online dari 68 orang yang merupakan korban yang berhasil ditipu daya oleh Jeffry. Modus pelaku penipuan mengiming-imingi korban dengan istilah uang besar melalui arisan online dan investasi sekali bayar.

“Untuk investasi, pelaku menjanjikan bunga 6 persen sampai 10 persen dalam waktu singkat,” Imbuh Kapolres Irwan Arianto

Kapolres juga membeberkan kronologi kasus penipuan investasi online. “Berdasarkan keterangan saksi Yunita Yana Djaga, pada tanggal 19 Januari 2021, Yunita bergabung (join) dengan perusahaan investasi online dengan nama Maximal Perdays. Perusahaan Maximal Perdays tersebut mempromosikan dengan berinvestasi minimal Rp500.000, maka keanggotaannya akan mendapat keuntungan perhari sebesar 6 persen dan investasi tersebut akan berjalan selama 40 hari, dan apabila dapat merekrut anggota baru, dari tiap anggota yang diajak bergabung (join), perekrutnya akan mendapat bonus 10  persen dari nominal investasi anggota yang join tersebut,” kata Kapolres.

Saat itu, jelas Kapolres, bedasarkan keterangan saksi, Yunita Yana Djaga berinvestasi pada Maximal Perdays sebesar Rp 5.000.000 dan keesokan harinya dan beberapa hari berikutnya, saksi Yunita Yana Djaga mendapat transfer dari pihak Maximal Perdays sebesar Rp 300.000, namun pada hari Minggu tanggal 23 Januari 2021 pihak Maximal Perdays tidak lagi mentransfer bonus harian dari saksi sampai dengan dilaporkan perkara tersebut ke pihak Kepolisian Resort Sumba Barat.

Kapolres menyebutkan selama bergabung dalam investasi online tersebut, yakni:
1. Saksi Yunita Yana Djaga berhasil merekrut 28 anggota dengan total Investasi Online sebesar Rp62.000.000.

2. Saksi Rahelnia Ege berhasil merekrut 27 anggota dengan total Investasi Online sebesar Rp191.000.000.

3. Saksi Roberto Tidi Baiya berhasil merekrut 39 anggota dengan total Investasi Online sebesar Rp25.000.000.

4. Saksi Paulina Ledi berhasil merekrut 38 anggota dengan total Investasi Online sebesar Rp103.300.000.

Sehingga total keseluruhan kerugian dari 68 orang korban sebesar Rp705.800.000.

Menurut Kapolres, selain tersangka pelaku Investasi Online Jeffry Nnir Muqsiht yang sudah diamankan oleh Polres Sumba Barat. Masih ada tersangka pelaku lain, yakni Gunawan alias Gun alias Arman. Terhadap tersangka pelaku Gunawan alias Gun alias Arman, belum dapat dilakukan penangkapan dan penahanan di Polres Sumba Barat, karena tersangka Gunawan masih menjalani proses hukum di Polres Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Untuk diketahui, tersangka pelaku Investasi Online Jeffry Nnir Muqsiht saat ini sedang ditahan di Mapolres Sumba Barat setelah Sat Reskrim Polres Sumba Barat berhasil menangkap pelaku dari Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.

Barang bukti yang berhasil disita oleh Sat Reskrim Polres Sumba Barat, diantaranya 5 unit handphone yang digunakan untuk komunikasi dengan korban dan transaksi M-banking, 4 buah buku rekening, 6 buah ATM, 5 exemplar rekening koran, 20 lembar nota hotel, satu buah sertifikat tanah dan kwitansi pembelian bidang tanah dengan harga Rp 130.000.000.

Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 28 ayat (1) Jo pasal 45A ayat (1) dari Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 378 Jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan