oleh

Pengadilan Kabulkan Gugatan Alm Tarsisius Tapu, Pemda Manggarai Barat Dihukum

-Hukrim-104 Dilihat

RADARNTT, Labuan Bajo – Pengadilan Negeri Labuan Bajo mengabulkan gugatan perdata yang dilayangkan Alm Tarsisius Tapu melalui Ahli Waris Pere Stanislaus sebagai Penggugat I, Fransiskus Subur sebagai Penggugat II, dan Karolus Masri sebagai Penggugat III, melawan Bupati Manggarai Barat sebagai Tergugat I, dan Menteri Perhubungan Pemerintah Republik Indonesia CQ Direktur Jenderal Perhubungan Udara CQ Kepala Unit Pengelola Bandara Udara Komodo sebagai Tergugat II dengan nomor perkara 34/Pdt.G/2021/PN LBJ 1 Oktober 2021.

Dalam salinan putusan yang diterima media ini, Pengadilan Negeri Labuan Bajo dalam sidang yang digelar pada Selasa, 15 Maret 2022 yang dipimpin Hakim Ketua Ni Made Dewi Sukrani, SH dan Hakim Anggota Sikhidin, SH dan Achmad Fauzi Tilameu, SH. mengadili:

Pertama, Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian.

Kedua, Menyatakan perbuatan Tergugat I yang telah mengambil tanah milik alm Tarsisius Tapu/ayah Para Penggugat sejak tahun 1999 dan belum memberikan tanah pengganti secara tuntas atas tanah seluas 21.939 m² (dua puluh satu ribu sembilan ratus tiga puluh sembilan meter persegi) adalah perbuatan melawan hukum.

Ketiga, Menyatakan perbuatan Tergugat II yang telah memanfaatkan tanah sawah dan tanah kering seluas 21. 939 (dua puluh satu ribu sembilan ratus tiga puluh sembilan meter persegi) milik alm Tarsisius Tapu/ayah Para Penggugat sejak tahun 1992 untuk digunakan oleh Tergugat II sebagai Bandara Komodo adalah perbuatan melawan hukum.

Keempat, Menyatakan surat pernyataan yang dibuat oleh dan antara pemerintah Kabupaten Manggarai/ pembantu Bupati Manggarai dengan Alm Tarsisius Tapu Tanggal 8 Mei 1999 dan disaksikan oleh Sekwilcam Komodo, Kepala Desa Persiapan Batu Cermin dan turut menyaksikan anggota Tim dari Pemda yaitu Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Kabag Ketertiban pada Setwilda Tk. II Manggarai, Kepala Bagian PPM pada Setwilda Tk. II Manggarai, Kabag Tapem pada Setwilda Tk. II Manggarai, Kasubsi pengadaan tanah pada kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Staf bagian umum pada Setwilda Tk.II Manggarai adalah sah dan mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Kelima, Menyatakan kerugian yang dialami oleh para Penggugat berupa tidak diterimahnya secara tuntas tanah pengganti seluas 10. 440 m² (sepuluh ribu empat ratus empat puluh meter persegi) dari tanah seluas 24. 000 m² (dua puluh empat ribu meter persegi) sebagaimana Berita Acara Penerimaan Kapling tanah kering milik Pemda di Desa Persiapan Batu Cermin tanggal 08 Mei 1999.

Keenam, Menghukum Tergugat I untuk menyerahkan tanah seluas 10.440 m² (sepuluh ribu empat ratus empat puluh meter persegi) di atas kepada Para Penggugat.

Ketujuh, Menghukum Tergugat I untuk membayar uang paksa kepada Para Penggugat sejumlah 250. 000, 00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per hari apabila Tergugat I lalai memenuhi isi putusan sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap.

Kedelapan, Menghukum Para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp4.865 000, (empat juta delapan ratus enam puluh lima ribu rupiah).

Kesembilan, Menolak gugatan Para Penggugat untuk selain dan selebihnya.

Kuasa Hukum Para Penggugat, Lambertus Sidus menjelaskan bahwa Pengadilan Negeri Labuan Bajo hanya mengabulkan sebagian gugatan yakni menyerahkan tanah seluas 10.440 m².

“Yang dikabulkan kemarin itukan hanya itu sajah toh (10.440 m²) kalau permohonan kita kemarinkan sekitat 24 sekian hektar toh. Sedangkan ganti rugi tidak penem sejak tahun 1999 itu kan tidak dikabulkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada saat ganti rugi oleh Pemda itu totalnya ada 24 ribu meter persegi atau sekitat 12 kapling. Ia menambahkan bahwa terkait dengan ganti rugi sebagaiaman yang tertuang dalam SK Bupati Mabar tahun 2012 itu ternyata bermasalah. Maka pihak Penggugat meminta tanah lain.

“Yang dikuasai oleh Para Penggugat mulai dari Surya Agung sampai dengan SAR (Kantor SAR) itukan kurang lebih 13.560 m². Sedangkan yang sisah itukan 10 ribu lebih to begitu,” ujarnya. (TIM/RN)

Komentar