oleh

“Komunitas Cinta Kasih”

-Info, Rohani-304 views

Keluarga sejati dan bahagia merupakan sebuah komunitas yang didasarkan pada cinta kasih. Adanya cinta kasih sebagai dasar dari keluarga yang bahagia menunjukkan bahwa ada dinamika kehidupan di dalamnya. Dinamika kehidupan itu bukan hanya hal-hal yang menyenangkan tapi juga yang tidak menyenangkan. Dinamika inilah yang juga dialami oleh keluarga kudus di Nazareth.

Dengan sebutan Kudus, keluarga Nazareth bukan berarti tak pernah mengalami penderitaan.  Dalam Injil, terlihat penderitaan yang dialami oleh keluarga Nazareth: Yusuf, Maria dan Yesus. Karena penganiayaan yang timbul, keluarga ini harus menyingkir ke Mesir. Tapi dari keluarga Nazareth pulalah, kita  juga mengetahui bahwa Allah tidak pernah meninggalkan keluarga yang mengalami penderitaan. Keterbukaan Yusuf dan Maria pada bimbingan Tuhan, menghantar keluarga ini mampu mengatasi segala kesulitan dan penderitaan yang dialaminya.

Seperti Keluarga Nazareth, keluarga-keluarga Kristiani saat ini pun tidak pernah terlepas dari segala persoalan hidup. Namun  persoalan hidup keluarga dapat diatasi dengan melakukan keutamaan kekeluargaan, seperti yang ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam bacaan kedua. Paulus menunjukkan bahwa keutamaan keluarga adalah kasih sayang, kelemahlembutan dan rendah hati. Dan diatas segalanya itu, hendaknya setiap orang dalam keluarga mengenakan kasih. Orang yang mengenakan kasih akan mendatangkan kebahagiaan dan kekuatan untuk saling memaafkan. Akhirnya, semuanya ini bisa dilakukan bila setiap anggota keluarga mengenakan Kristus, sebagai dasar dari segala perkataan dan perbuatannya.

Sebagai komunitas cinta kasih, setiap keluarga kristinai memiliki tugas untuk mencerminkan kasih dan kuasa Kristus dalam ikatan cinta suami-istri. Keluarga memiliki perananan yang cukup menentukan di dalam kehidupan suatu masyarakat. Tapi terlebih daripada itu, setiap keluarga kristiani merupakan unsur mutlak untuk memantapkan perkembangan Gereja. Peran dalam masyarakat dan dalam perkembangan Gereja, dapat dilakukan oleh setiap keluarga dengan mulai menghidupi nilai-nilai kehidupan dalam keluarganya masing-masing.  Setiap anggota keluarga harus saling setia dan relah mengabdi satu sama lain; selalu hidup dalam suasan ramah tamah dan saling mengerti, rukun dan saling mengasihi, mudah memaafkan satu sama lain dan bersedia saling menanggung beban derita. Dengan nilai-nilai inilah, maka setiap keluarga kristiani telah mengamalkan perintah Kristus, yang kehadiran-Nya dalam keluarga Nazareth menjadikan keluarga itu kudus. Semoga setiap keluarga kristiani dapat menjadi komunitas cinta kasih yang disebut kudus, karena menghadirkan dan mengamalkan perintah Kristus.

(Penulis: Pastor Jivon Motikas, Pr)

Komentar