oleh

Pentingnya Daerah Resapan Air

RADARNTT, Info – Berkurangnya daerah resapan air bisa menjadi penyebab berbagai masalah. Daerah resapan air selama ini dikesampingkan fungsinya padahal fungsinya itu sangat vital.

Daerah resapan air pada hakikatnya adalah sebuah daerah yang disediakan untuk masuknya air dari permukaan tanah ke dalam zona jenuh air sehingga membentuk suatu aliran air di dalam tanah. Fungsi dari daerah resapan air sendiri adalah untuk menampung debit air hujan yang turun di daerah tersebut.

Secara tidak langsung daerah resapan air memegang peran penting sebagai pengendali banjir dan kekeringan di musim kemarau. Dampak yang terjadi bila alih fungsi lahan yang terjadi tak terkendali diantaranya adalah banjir. Banjir terjadi karena tidak adanya tanah yang menampung air hujan.

Dampak yang lain yakni kekeringan diwaktu musim kemarau. Ini terjadi karena air hujan yang turun di musim hujan tidak tertampung di dalam tanah akibatnya air tanah sedikit bahkan tak ada lagi.

Untuk memperbaiki dan menambah daerah resapan air bisa dilakukan dengan cara-cara berikut:

  1. Menentukan vegetasi yang tepat untuk ditanam di daerah resapan. Beberapa diantaranya adalah bambu, beringin, bisbul (sejenis kesemek), rambutan, nangka, manggis, dan matoa. Dan jenis vegetasi disesuaikan dengan karakteristik wilayah setempat.
  2. Memperbaiki kondisi tanah agar mudah menyerap air.
  3. Membuat lubang biopori. Pembuatan lubang biopori dapat dilakukan oleh secara pribadi di rumah-rumah sehingga jika dilakukan secara kolektif akan menambah jumlah resapan air di kota besar.
  4. Menambah ruang terbuka hijau, misal taman kota atau hutan desa.
  5. Membuat sumur resapan
  6. Menjaga agar luas daerah resapan air tidak terkonversi menjadi bangunan-bangunan yang tidak ramah lingkungan.

Dari beberapa cara di atas, hal yang paling sederhana adalah dengan membuat lubang-lubang biopori minimal di halaman rumah sendiri. Hal besar berawal dari hal kecil. (TIM/RN)

 

(Sumber: Kompasiana.com)

Komentar