oleh

Hindari Covid-19 Hentikan Penjualan di Pinggir Jalan Labuan Bajo-Ruteng

-Info-875 views

Kabar soal virus corona (Covid-19) masih menjadi perbincangan yang sengit berbagai media yang tidak ada habisnya. Aktivitas masyarakat pun dibatasi, kekhawatiran masyarakat pun semakin menjadi-jadi.

Pasalnya, virus yang telah menyebar sejak awal januari 2020 lalu ini telah menelan banyak korban, angka kematian pun terus bertambah dan mengalami peningkatan yang signifikan di beberapa negara di dunia. Indonesia pun tidak dapat terhindar dari Covid-19.

Untuk menghidari penyebaran Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk membatasi segala bentuk aktivitas masyarakat. Itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 agar tidak menyebar luas.

Untuk menindaklanjuti himbauan dari pemerintah itu aktivitas di sekolah-sekolah pun dihentikan, banyak sekolah yang diliburkan untuk sementara waktu.

Menanggapi adanya banyak peringatan dan berdasarkan saran-saran dari ahli-ahli kesehatan, saya meminta kepada pemerintah kabupaten Manggarai bersama pemerintah kecamatan untuk segera menyurati masyarakat yang masih melakukan aktivitas penjualan di pinggir jalan Labuan Bajo-Ruteng, karena mengingat model penyebaran Covid-19 sangat mudah dan cepat.

Karena banyak sekali aktivitas penjualan di pinggir jalan Labuan Bajo-Ruteng. Ada beberapa titik yang masih melakukan aktivitas penjualan di pinggir jalan salah satunya di jalan Wae Gulang, desa Lentang-Jalan Wae Lelang, Desa Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai.

Melalui media ini saya berharap agar pemerintah kabupaten Manggarai bersama pemerintah Kecamtan Lelak melalui pemerintah desa Lentang dan desa Ketang untuk segera mungkin menghentikan aktivitas penjualan di pinggir jalan Labuan Bajo-Ruteng terutama di jalan Wae Gulang desa Lentang-Wae Lelang desa Ketang, Kecamatan Lelak.

Berharap juga bukan hanya di jalan Wae Gulang-Wae Lelang saja semua aktivitas penjualan di pinggir jalan Labuan Bajo-Ruteng harus dihentikan, mengingat data yang didapat pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis data orang yang dalam pemantauan (ODP) untuk Manggarai Barat ada 7 orang. (Radarntt, 20/3/2020).

 

Oleh: Agustinus M. Samuel, Warga Manggarai

Komentar

Jangan Lewatkan