oleh

“Jadilah Berani”

-Info, Rohani-405 views

Injil hari minggu ini sesungguhnya menjadi suatu peristiwa yang menggambarkan betapa umat manusia terkadang tak mampu mengatasi permasalahan dan cepat terjatuh ke dalam keterpurukan. Hidup manusia seperti perahu yang berada di tengah danau. Terkadang hidup berada dalam keterpurukan dan ketika Yesus datang kemudian meminta kita untuk berada bersama-Nya, kita hanya mengharapkan kesenangan yang akan didapatkan dan tidak mencari jawaban permasalahan. Akhirnya ketika masalah yang lain datang yang digambarkan seperti tiupan angin keras, kita mulai jatuh dan tenggelam.

Injil hari ini sesungguhnya ingin menunjukkan beberapa hal. Pertama, perahu menggambarkan kehidupan yang kita sedang jalani. Kedua, angin ribut menggambarkan masalah atau tantangan yang sementara kita hadapi.  Ketiga, Petrus menggambarkan kita. Keempat, Yesus sebagai Sang Juruselamat. Di mana, ketika kita menjalani kehidupan dan mendapat tantangan, seringkali kita merasa cemas, takut, bahkan mencari segala cara untuk menyelesaikan masalah itu. Ketika berada dalam ancaman masalah, kita berteriak ketakutan dan mencari Yesus, yang keberadaan-Nya terkadang dilupakan. Lalu, apakah kita hanya akan senang ketika anugerah Tuhan melimpah atas kita dan kita mulai lupa dengan-Nya? Jika demikian, maka kita sama seperti Petrus yang terkadang tak kuat dengan imannya yang diterima secara cuma-cuma dari Tuhan.

Saudara terkasih, ketika kita tenang dan ingat bahwa Yesus selalu hadir bersama kita, hal itu sesungguhnya merupakan jawaban untuk permasalahan kita. Sebagaimana, Nabi Elia yang mengalami kehadiran Tuhan dalam keheningan dan ketenangan angin sepoi-sepoi. Dalam ketenangan inilah Tuhan hadir dan menyatakan dirinya. Ia selalu menyatakan kemahakuasaan-Nya, bahkan alam pun takkan bisa menghalangi karya dan kebaikan yang Ia nyatakan kepada umat-Nya. Kemahakuasaan-Nya itu menjawab problematika yang kita hadapi dalam hidup kita. Sebab, Yesus merupakan tanda dari kebaikan yang nyata dalam menjawab permasalahan kita dengan perkataan-Nya kepada danau: “Tenanglah”. Di mana, tenang menunjukkan sikap berani dalam menghadapi masalah dan mencari solusinya.

Maka, datanglah dan berserahlah pada Tuhan. Yakinlah bahwa ialah Allah kita yang senantiasa menyertai kita selamanya dan dalam keadaan apapun.  Dialah yang akan membawa kita pada keselamatan sejati dan pasti selalu menjadi jawaban atas berbagai masalah yang dialami. Sebab, iman pada-Nya adalah jawaban yang memampukan kita untuk terus berelasi dengan-Nya. Akan tetapi, mampukah kita untuk memelihara dan merealisasikannya dalam hidup?

(Fr. Micky Kojongian)

Komentar

Jangan Lewatkan