oleh

Memperkuat Jurnalisme Warga di Era Pandemi Covid-19

-Info-290 views

JURNALISME warga telah berkontribusi cukup penting di sejumlah situasi krisis di Indonesia. Tak hanya menyebarkan informasi pertama dari daerah bencana, jurnalisme warga juga berperan dalam
pengurangan risiko, evakuasi, penggalangan solidaritas, dan menggerakkan inisiatif lokal. Geliat aktivitas jurnalisme warga itu tentunya makin ditunjang dengan perkembangan teknologi informasi seperti hadirnya internet dan ponsel yang memungkinkan setiap warga dapat membuat dan mendistribusikan beritanya sendiri dari lingkungan sekitar, secara lebih cepat dan luas.

Demikian halnya di masa pandemi COVID-19 yang berdampak pada berbagai sektor mulai kesehatan, sosial, ekonomi, hingga psikologis. Banyak warga mendokumentasikan bagaimana pandemi telah berdampak pada kehidupan keluarga, komunitas dan lingkungannya. Namun di tengah kesulitan itu, kita melihat berbagai aksi kemanusian yang diinisiasi oleh individu dan komunitas untuk saling berbagi dan meringankan berbagai dampak itu pada sesama.

Di sisi lain, pengalaman warga menerima buruknya pelayanan publik, menghadapi sengkarut bantuan sosial, pelaksanaan protokol pencegahan, atau saat mereka menjadi pasien COVID-19, penting sebagai bahan kritik dan koreksi terhadap kebijakan penanganan COVID-19. Suara-suara warga yang terekam dalam jurnalisme warga sejatinya adalah bentuk partisipasi publik bagi proses pengambil kebijakan.

Seluruh cerita warga–baik kisah yang menginspirasi maupun kritik sosial selama pandemi, bisa kita simak dalam berbagai platform dan situs jurnalisme warga. Platform Atmago.com misalnya, telah merekam ribuan cerita warga dari berbagai kampung dalam menghadapi COVID-19.

Di tengah geliat jurnalisme warga selama pandemi COVID-19 itu bukan berarti tanpa tantangan. Banyak jurnalis warga yang masih dibayang-bayangi jerat kriminalisasi UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain itu, besarnya kesenjangan digital di Indonesia membuat praktik jurnalisme warga mungkin masih terpusat di daerah-daerah yang infrastruktur internetnya sudah mapan. Demikian pula dengan kesempatan untuk peningkatan kapasitas, belum dinikmati oleh semua jurnalis warga.

Dengan latar belakang itu, SEJAJAR dan AtmaConnect akan menggelar Semidaring untuk mencari solusi bersama bagaimana memperkuat jurnalisme warga di masa pandemi COVID-19. Semidaring ini menjadi awal dari rencana training jurnalisme warga bagi OMS-LSM anggota SEJAJAR.

Tujuan Semidaring untuk memperluas informasi mengenai peran jurnalisme warga saat pandemi COVID-19, memetakan tantangan yang dihadapi oleh komunitas atau lembaga yang bergerak di isu jurnalisme warga di masa pandemi, dan merumuskan solusi atas setiap tantangan yang dihadapi lembaga atau komunitas yang  bergerak di isu jurnalisme warga.

Narasumber: Farid Gaban, Pendiri Yayasan Zamrud Khatulistiwa, Sinam Sutarno, Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Alfan Kasdar, Atma Connect, Penanggap: Gilang Desti Parahita, S.I.P., M.A, Dosen Ilmu Komunikasi, Fisipol UGM. Dimoderatori oleh Ika Ningtyas, dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan SEJAJAR.

Semidaring dilaksanakan Selasa, 18 Agustus 2020, pukul 14:00-16:00 WIB. Registrasi paling lambat Selasa, 18 Agustus 2020, pukul 12:00 WIB melalui link: https://bit.ly/semidaringsejajar23. Keterangan dan konfirmasi melalui Siti Istikana (wa /0818119227).

Link, Meeting ID dan password zoom akan dikirimkan melalui email peserta yang melakukan registrasi, tersedia Penerjemah Bahasa Isyarat, dapat disaksikan secara interaktif melalui Facebook dan Youtube, sertifikat disediakan bagi peserta yang memerlukan, peserta dapat mengajukan pertanyaan ketika melakukan registrasi, tautan kepada materi dan presentasi akan disediakan setelah Webinar. (Tim Sejajar)

Komentar

Jangan Lewatkan