oleh

Pelatihan Berhenti Sebelum Jam Makan Siang!

-Info-303 views

Teman-teman yang baik, berikut ini saya hendak menyampaikan laporan keuangan Forum Academia NTT, hingga hari ini. Duit kita tinggal 500 ribu rupiah. Duit terbesar habis untuk membuat bilik swab portable sebesar 7 juta rupiah. Kemarin siang kami membeli air cooler (pendingin) agar petugas yang bekerja di dalam bilik tidak kepanasan, sehingga pendingin kecil seharga 1,4 juta kita beli. Jadi, total uang tunai yang dikeluarkan 8,4 juta. Jika ditambah ongkos kerja sebesar 4 juta jatuhnya 12,4 juta rupiah. Tetapi para mahasiswa dan pemuda tidak mau dibayar mereka menyumbang tenaga mereka saja. Dengan harapan para petugas tenaga kesehatan kita tida perlu pingsan, karena dehidrasi menggunakan hazmat baju pelindung selama berjam-jam, saat mengambil swab atau rapid test.

Minggu ini kita sedang melakukan pelatihan untuk para tenaga laboran yang jumlahnya kurang lebih 20 orang. Judul pelatihan secara resmi tertulis: Pelatihan Laboran Pooled-Test atau Tes Massal Covid-19. Kami berterima kasih Politani berkenan meminjamkan alat dan ruangan mereka. Juga dari Undana, UPT Veteteriner, dan Lab RSUD W.Z Johannes.

Memang di jadwal setiap hari, tertulis secara resmi mulai di Hari Senin hingga Jumat, pelatihan dimulai jam 8 pagi hingga jam 12 siang. Ya ini resminya! Disebut jadwal resmi, karena namanya pelatihan di laboratorium apalagi untuk pemula butuh waktu, dan molor atau lewat jam itu hal biasa. Jujur, kami sedang menghindar jam makan siang. Duit kas sudah hampir habis. (Kok ini ya, ujungnya! Maaf ya Man-Teman!)

Mungkin, ada yang mau bilang, kenapa tidak rebus pisang dari rumah, atau bawa bekal sendiri. Ya itu bisa saja, tapi bukan itu yang mau saya bilang. Kegiatan ini bukan kegiatan pribadi, tetapi kegiatan kita semua, kegiatan mencari jalan bersama agar kita bisa melakukan swab massal dan murah. Untuk itu tanggungan biaya sebaiknya menjadi tanggungan bersama. Mungkin ini kecil, tapi kebersamaan selalu mulai dari hal kecil. Kesetiaan selalu dimulai dari hal kecil to?

(Duit Pemerintah? Ah, seandainya benar itu berita bahwa 900 ribu per jam dibayar untuk tim expert, dan kakak-kakak lima orang itu benar menerimanya, tentu bukan hanya makan siang yang sudah terbeli, tetapi laboratorium sudah kami bikin sendiri. Tiga lagi, bukan cuma satu. Kamu satu, saya satu, mantan kamu juga satu. Hehehe. Maaf bercanda. Rancangan biaya sudah kami masukan sejak 1 Mei 2020 ke Dinas Kesehatan Provinsi, tapi proposal itu masih terbengkalai. Ya, harusnya laboratorium sudah jadi. Gubernur katanya mendukung, tapi kok lambat ya? Maaf, saya kok malah curhat. Padahal sudah ketemu beliau dua kali lho. Wakil walikota juga sudah, Sekda Kota Kupang juga sudah lho! Ini malah lebih parah, walikota hadir diskusi saja tidak mau, main batal saja. Padahal, kalo sudah jadi, manfaatnya kan untuk kita semua. Bikin taman itu baik, tapi kalo warganya sakit, kan mereka tidak bisa diperiksa di taman? Betul tidak?)

Sudah dua bulan ini teman-teman kita sudah berusaha sebisanya dengan apa yang mereka punya. Singkatnya saya mau ngajak kita membantu seikhlasnya. Selangkah lagi mempunyai laboratorium yang mampu mengadakan test swab massal dan murah lho!

Nah, kalau teman-teman kebetulan teman-teman punya duit lebih (karena tidak semua orang punya kan, ini semua orang ju susah a beta rasa), teman-teman boleh ikut hadir dalam pelatihan dan usaha pembuatan laboratorium. Lewat perpuluhan, derma, atau sumbangan teman-teman. Untuk yang mau hadir dan ada dalam usaha ini silahkan kirim ke rekening Forum Academia NTT yang saya kelola selama tiga bulan ini:

Nama pemegang Rekening: Lommi Dida Kini Bank NTT, Nomor Rekening: 01602.01.014357-9

Bagi teman-teman yang belum punya uang lebih, tolong ya doanya.

Kalau uangnya lebih, kita akan perbaiki ruangan dan buat ruangan tekanan negatif sendiri, dengan 200 juta, kita sudah bisa punya ruang laboratorium bertekanan negatif sendiri. Ya, mudah-mudahan sampai ya. Kalau lebih lagi, kita bisa beli qPCR, bisa beli reagen, bisa bayar laboran, kok ya jadi banyak ya…. (Padahal duit pemerintah katanya 1,6 Triliun, kemana saja tapi? Hmm)

 

Kupang, 14 Juni 2020

Lomi Dida Kini, Bendahara Forum Academia NTT Covid 19

Komentar

Jangan Lewatkan