oleh

Surat Terbuka Kepada Presiden, Berhentikan Stafsus ABD

-Info-6.200 views

Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan Syalom

Salam Sejahtera,

Walaupun kondisi Indonesia sedang mengalami penyerangan pandemi Virus Corona namun sekiranya Pak Presiden dalam keadaan sehat walafiat dan tetap bugar, sabar, tenang dalam menjawab tantangan dan ancaman Covid-19 tersebut.

Perkenalkan Pak Presiden, nama saya Fridrik Makanlehi, ST.,M.Sc dari Alor Nusa Tenggara Timur (Perbatasan Timor Leste). Saya bukan siapa-siapa, melainkan saya bagian dari Milenial yang bermula mempelajari ilmu politik praktis dan berwarga negara biasa yang senantiasa selalu mensanjung-sanjung kehebatan dan kinerja Pak Presiden dan saya juga memberanikan diri terlibat menjadi Relawan Projo, ARJ, saya sering membantu TKD Jokowi Jatim untuk mensukses Nonton Bareng, bagi-bagi Stiker, plakat, spanduk, baliho, billboard, brosur, dan banner di Kota Surabaya – Sidoarjo pada Pilpres 2019 lalu. Saya rela meninggalkan dan mempertaruhkan pekerjaan demi berkeliling mengkampanyekan program-program unggulan Pak Presiden. Saat itu, saya berpikir bahwa diperiode kedua nanti, Pak Presiden akan melakukan terobosan-terobosan yang bisa mengangetkan dunia dan pada khususnya Pak Presiden akan memperioritas pembangunan daerah tertinggal secara adil dan merata.

Saya sangat senang dan bangga ketika Pak Presiden berani mengangkat beberapa orang milenial mewakili seluruh milenial Indonesia untuk masuk dalam struktur staf khusus Presiden. Tetapi, saya sangat kecewa ketika Pak Presiden merekrut Milenial yang belum tentu menjadi relawan siap mati untuk Pak Presiden di pemilihan 2019. Ada banyak milenial yang tergabung dalam relawan Jokowi yang seharusnya Pak Presiden merekrut mereka masuk dalam struktur Staf Khusus Presiden maupun Kabinet.

Saya merupakan bagian dari Milenial yang paling super aktive mendukung kinerja dan Program kerjanya Pak Presiden. Maka Setiap saat, setiap waktu luang, Saya selalu mencari tahu perkembangan kinerja dari Staf Kepresiden Milenial yang Bapak andalkan tersebut. Namun sayangnya, Beberapa Staf Kepresiden Milenial belum membuktikan kinerja kepada Masyarakat. Bahkan salah satu Staf Khusus Presiden ABD merupakan Ceo PT. Ruang Guru Indonesia menyalahgunakan hak kestruktural untuk mementingkan kepentingan perusahaannya. Penyalahgunaan Penyelenggara Kartu Pra-kerja merupakan langkah yang tidak tepat sasaran. Ini link berita tentang Penyelanggara Kartu Pra-kerja ABD yang menjadi polemik :

https://nasional.kompas.com/read/2020/04/15/16241661/perusahaannya-jadi-mitra-kartu-prakerja-belva-saya-siap-mundur-dari-stafsus

https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/amp/indonesia-52297462Kaka

https://m.kumparan.com/asep-rohimat/ruang-hampa-dugaan-pidana-korupsi-bagi-stafsus-presiden-1tEtMysPBPJ?utm_source=kumDesktop&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=share&shareID=ivuYCIeqBGUT

https://www.google.com/amp/s/m.merdeka.com/amp/peristiwa/stafsus-milenial-jokowi-dilaporkan-ke-polisi.html

https://money.kompas.com/read/2020/04/17/072600726/profil-belva-devara-stafsus-jokowi-dan-ceo-startup-mitra-pelatihan-di-kartu?page=all

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200415173826-20-493887/ceo-klarifikasi-proses-ruangguru-jadi-mitra-kartu-prakerja

Ketika Saya membaca berita tentang Persoalan penyalahgunaan wewenang Kartu Prakerja yang diperuntukan ke Perusahan pribadinya ABD, Saya kaget dan bertanya-tanya dalam hati. Kenapa Staf Kepresiden Milenial melakukan hal seperti itu. Perasaanku mulai rapuh, sirna, pupus dan tidak percaya kepada Staf Kepresiden Milenial yang Pak Presiden andalkan tersebut. Bukankah tugasnya menjalankan amanah Presiden untuk mementingkan kepentingan umum/orang lain. Artinya pekerjaan yang telah dipercayakan kepada ABD tidak dijalankan dengan sebaiknya.

Saya berharap kepada Pak Presiden, bagi Staf Kepresidenan yang kinerjanya belum terbukti, loyalitas, bagus sesuai tugas pokok dan fungsinya maka segera DIBERHENTIKAN secara terhormat. Sebab masih ada Milenial lain yang sudah bekerja keras dan membanting tulang demi memenangkan Pak Jokowi dipemilihan Presiden 2019 lalu, yang bisa diandalkan dan bisa direkrut masuk dalam kestruktural Staf Kepresiden Milenial tersebut.

Selain itu, ABD merangkap jabatan yakni sebagai Staf Kepresidenan Milenial juga merupakan Ceo PT RGI. Bukankah merangkap kepemimpinan seperti ini merupakan hal yg tepat sasaran di dalam kestruktural organisasi. Harusnya Pak Presiden memberikan kesempatan kepada Milenial yang tidak rangkap jabatan untuk tergabung dalam Staf Kepresidenan.

Demikian Surat Terbuka ini dibuat demi mendukung pola Restorasi dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan untuk ditindaklajuti sesuai harapan yang diinginkan. Salah kata, salah penulisan adalah bagian dari kekuranganku. Doa-Ku selalu menyertai Pak Presiden dalam menjalankan amanah rakyat Indonesia. Akhir kata, Saya ucapkan terima kasih atas respon Surat Terbuka ini, Pak Presiden.

 

Salam Restorasi

Jakarta, 18 April 2020

Ttd

Fridrik Makanlehi, ST.,M.Sc

Komentar

Jangan Lewatkan