oleh

Surat Terbuka untuk Presiden RI; Gagasan Menjadikan Peristiwa Wabah Covid-19 sebagai Hari Pandemi Dunia

-Hankam, Info-630 views

Kepada

Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia
di –
Jakarta

SADAR bahwa pandemi adalah realitas global yang terus berulang dengan skala yang terus meningkat dari masa ke masa bila ditinjau dari berbagai aspek maka dengan maksud untuk membangun kesadaran serta kesiagaan global tentang bahaya pandemi terhadap kelangsungan hidup masyarakat dunia maka perlu digagas, dibangun serta dirawat kesadaran dunia akan pentingnya dan betapa bahanya ancaman pandemi terhadap kesehatan masyarakat dunia dan kelangsungan generasi manusia di seluruh dunia.

Wabah pandemi Covid-19 dapat menjadi DASAR implementasi kesasaran dari spirit kesiagaan global tersebut. Kesadaran dan dasar kesehatan kolektif secara global semaksimal mungkin harus dapat dijadikan sebagai modal bersama masyarakat dunia untuk membentuk ketahanan dan perlawanan terukur dan terencana terhadap berbagai implikasi negatif yang mungkin ditimbulkan, dan terutama terhadap kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan generasi setelah pembangunan di seluruh dunia.

KESABARAN masyarakat global dalam menghadapi pandemi sangat terganggu, situasi panik yang dengan begitu mudahnya terakumulasi menjadi ketakutan massal jelas sangat mengganggu dan bahkan merusak pondasi serta struktur bangun fisik dan psikis (semua aspek). Dampak pendemi yang menerpa batas kesabaran (daya tahan) kenyataannya memang tidak mudah diukur atau diprediksi akan membawa masa depan dunia pada arah yang tanpa arah.

Dan situasi seperti inilah, kepemimpinan dunia yang dimotivasi oleh jiwa kepeloporan yang futuristik amat diperlukan dan kepemimpinan serta kepeloporan Indonesia memenuhi syarat untuk itu.

Di tengah kondisi dunia seakan-akan hilang harapan dan tidak tahu harus berbuat apa, Indonesia dapat mengambil peluang serta peranan penting sebagai wujud dari pesan penting ideologi negara indonesia, ikut serta melaksanakan ketertiban/kelangsungan dunia, membangun serta menciptakan sistem sadar (mekanisme Early warning system) global lewat pemilihan serta penentuan hari pandemi dunia.

Kesadaran untuk tetap memelihara kesiagaan global lewat penetapan hari pandemi dunia tentu harus diikuti dengan kesadaran membangun sistem global yang lebih sensitif dan responsif terhadap gejala-gela (fenomena) dunia. Kesadaran seperti itu secara berlangsung setelah berperan sebagai sistem penjamin resiko yang akan bisa ditindaklanjuti lewat pembentukan berbagai posko kesehatan di berbagai negara. Saya tidak harus berpandangan bahwa sistem kesehatan ini hanya dikelola oleh negara tertentu, tetapi adalah merupakan representasi dari kehadiran setiap negara untuk turut menyumbang segala syarat yang diperlukan untuk bisa bangun fungsi dan sistem ini bekerja secara efektif dan berkesinambungan.

Saya berharap, jika suatu saat gagasan sederhana namun original ini bisa terwujud lewat berbagai diskusi dan debat yang akan memperkaya cara membangun sistem kesadaran global ini, kepemimpinan Indonesia di pentas global akan lebih terasa gaungnya.

Bapak Presiden yang terhormat,

Indonesia jelas memiliki modal kesejarahan yang lebih dari cukup untuk bertindak sekaligus menjadi motivator secara global. Indonesia bukan hanya kekayaan dalam hal sumber daya alam tetapi juga sumber daya manusia dan sumber daya sejarah pergaulan putih dunia (sebagaimana sejarah kepemimpinan Asia yang pernah dipelopori oleh The Founding Father kita, Presiden Republik Indonesia pertama, Bung Karno).

Sejauh dan seluas pandangan saya sampai dengan saat ini ada potensi konflik yang mungkin saja timbul akibat Pandemi Covid-19. Saling tuding antara negara (Amerika Serikat, Eropa dan Australia terhadap Cina kini berbalas tuduhan serupa yang dilontarkan Cina terhadap negara lain). Jelas ini adalah potensi konflik yang tidak kecil, mengingat yang berkonflik (sekarang seperti bara api dalam sekam) dapat menjadi pandemi politik ke-II (dua) yang bakal melanda dunia, dan resikonya akan jauh lebih membahayakan. Karena itu besar harapan saya, ke pimpinan Indonesia dibawa kepemimpinan Bapak Presiden yang saat ini cukup disegani di dunia dapat mengambil peran penting yang inovatif sekaligus kolaboratif. Besar pula harapan saya, peran Indonesia takkan dapat juga dapat menjadi model bagaimana dunia membangun ketahanan dan pertahanan terhadap pandemi. Semuanya nanti akhirnya akan dihasilkan modul-modul penting penanganan bencana yang lebih terkoneksi dengan baik di antara berbagai negara (mengurangi atau bahkan menghilangkan potensi saling curiga dengan membangun semacam komite yang bertugas untuk mengecek dan mengevaluasi potensi risiko pandemi di setiap negara, sebagaimana tim evaluasi senjata nuklir). Kesadaran dunia untuk bersama-sama membangun protokol global tentang bahaya pandemi yang lebih kokoh daripada apa yang sudah diperankan oleh WHO di bawah PBB (sekaligus membangun sistem untuk mengeliminasi kemungkinan dan peluang suatu negara pendownload terbesar untuk menghambat tugas dan pekerjaan lokalisasi apa dibentuk).

Pada kesempatan yang baik ini, secara pribadi saya juga ingin menyampaikan harapan kepada Bapak Presiden, agar bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) secara khusus membuat undang-undang khusus masalah Emergency (tidak terpisah-pisah), mengingat trend bencana lokal, nasional dan global semakin meningkat dari segi kualitas dan kuantitasnya. Besar harapan saya juga nantinya APBN Indonesia adalah APBN/APBD yang sensitif dan responsif terhadap segala bentuk jenis kegawatan (skala lokal ataupun nasional).

Demikian harapan dan mimpi saya dan untuk perhatian dan respon baik bapak sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

 

Merdeka !!!

Tertanda
Max Umbu Hina
(Peneliti di Bandung )

Bandung, 1 Mei 2020

Komentar

Jangan Lewatkan