oleh

Tantangan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Lansia di Masa Pandemi COVID-19

-Info-267 views

RADARNTT, Jakarta – Perlindungan bagi Lansia jarang menjadi perbincangan dimasa pandemi COVID-19 karena sering dianggap bukan isu yang prioritas. Meskipun KPPPA telah menerbitkan Panduan Perlindungan Lansia (persepktif gender di masa pandemi) untuk memberikan arahan bagi pemangku kepentingan melakukan upaya perlindungan bagi lansia secara konkret, namun diseminasi dan pelibatan OMS-LSM masih belum dirasakan massif di lapangan. Lansia juga belum diletakkan sebagai aktor dalam perencanaan hingga pengambilan kebijakan mengenai wabah maupun bahaya lainnya.

Terkait dengan ancaman COVID-19, WHO menganalisa, lebih dari 95% kematian akibat Virus Corona terjadi pada penduduk usia lebih dari 60 tahun. Lebih dari 50% dari semua kematian melibatkan terjadi pada mereka yang berusia 80 tahun atau lebih. Dari laporan WHO dapat dilihat bahwa 8 dari 10 kematian terjadi pada individu dengan setidaknya satu komorbiditas, khususnya mereka dengan penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes, tetapi juga dengan berbagai kondisi kronis lainnya.

Selain itu, pada masa pandemi seperti ini, lanjut usia memerlukan perlindungan dari kekerasan, dan akses terhadap makanan bergizi, ketersediaan kebutuhan dasar, uang, obat-obatan untuk mendukung kesehatan fisik, dan perawatan sosialnya. Kelompok lanjut usia memerlukan akses terhadap informasi yang akurat, terutama terkait menjaga kesehatan fisik dan mental selama pandemi. Informasi ini juga terkait dengan langkah-langkah yang harus dilakukan jika mereka sakit.

SEJAJAR menggelar Semidaring ke-26 sebagai platform untuk berdiskusi dan mengkaji bagaimana perlindungan Lansia dapat secara efektif dan konkret dilakukan dan bagaimana peran OMS-LSM untuk dapat berkontribusi dalam upaya-upaya perlindungan bagi lansia di masa dan pasca pandemi COVID-19.

Narasumber: EvaAnne Jeanne Sabdono, Yayasan Emong Lansia, Khotimun Sutanti, Koordinator Pelaksana Harian Asosiasi LBH APIK Indonesia, bersama Tjok Istri Minggu Wathini, Anggota Self Help Group Lansia dari desaSingapadu Kaler, Gianyar, Bali, Herni Ramdlaningrum, MPS PP Muhammadiyah/Peneliti The Prakarsa, DR. Ir. Adhi Santika, SH, Pegiat Kelanjutusiaan dan Anggota Komnas Lansia 2008-2014, Andi Hanindito, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Kementerian Sosial, dan Nyimas Aliyah, SE,S.Sos, M.IKom, Asdep Perlindungan Hak Perempuan Dalam Situasi Darurat Khusus, KPPPA.

Moderator:Indah Putri, Humanity & Inclusion/Sub Klaster Perlindungan Lansia, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya.

Registrasi paling lambat Selasa, 8 September 2020, pukul 12:00 WIB melalui link: http://bit.ly/semidaringsejajar26 Keterangan & konfirmasi: Siti Istikanah (wa.me/62818119227). Link, Meeting ID dan password zoom akan dikirimkan melalui email peserta yang melakukan registrasi. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan