oleh

“Come and See”

-Info-260 views

Minggu, 16 Mei 2021 dirayakan sebagai hari komunikasi sosial sedunia yang ke-55. Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus sangat padat dan jelas: ‘Datang dan Lihatlah‘. Ini memang relevan dalam zaman sosial media saat ini.

Datang dan lihatlah mengandung makna komunikasi sosial kita harus sampai pada realitas sebenarnya. Kita harus tahu apa faktanya. Karena itu, kita harus datang dan melihatnya. Kita tidak melulu percaya pada apa kata orang atau dari informasi yang diteruskan ke sana dan ke mari.

Zaman ini kita hidup dalam arus lalu lintas komunikasi di sosial media yang begitu ramai. Kadang-kadang orang tersesat di dalamnya. Bahkan bisa kehilangan arah atau orientasi hidup. Informasi yang kita terima bukan lagi dari tangan pertama, dari mulut pertama tetapi sudah dari tangan ke tangan, mulut ke mulut dan pena ke pena. Tidak heran dalam situasi semacam ini, berkembanglah industri omong kosong alias hoax itu.

Ada orang yang setiap hari sibuk menebarkan dan meneruskan informasi hoax. Segala informasi dibagi ke berbagai group WA tanpa pernah tahu dan menganalisis apakah info itu benar atau bohong. Bahkan setiap info yang ada ditelan bulat-bulat sebagai kebenaran.

Media (online pun cetak) kerap jatuh dalam dosa yg sama. Meneruskan informasi tanpa memverifikasi kebenaran dan memfalsifikasi fakta. Apalagi media kerap mengaburkan fakta dengan opini dan penafsiran penulis. Lalu terbentuklah ‘fakta lapis kedua yang seolah-olah fakta’. Padahal itu bukan fakta asali yang apa adanya tetapi fakta rekaan dan bahkan rekayasa.

Datang dan lihatlah adalah ajakan agar kita berkomunikasi secara sadar dan bersosial media dengan wajar. Kita adalah agen perubahan, agen perdamain dan agen cinta kasih. Bukan agen hoax. Dunia ada dalam genggaman kita. Tetapi kita mesti menggenggam yang benar agar bisa berbagi secara benar. Dalam bersosial media pun kita harus menjadi saksi kebenaran. Bukan saksi dusta apalagi saksi hoax.

 

Oleh: Isidorus Lilijawa

Komentar

Jangan Lewatkan