oleh

Kado Istimewa Untuk Edi-Weng di Hari Pelantikan 

-Info-2.057 views

RADARNTT, Kupang – Bupati dan Wakil Bupati terpilih Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE dan dr. Yulianus Weng, M.Kes. dikirimi kado istimewa dari Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR) Kupang tepat di hari pelantikan yang digelar di kantor Gubernur NTT Jumat,  26 Pebruari 2021 menjadi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat periode 2021-2025.

PERMMABAR Kupang mengucapkan profisiat dan menyampaikan poin-poin rekomendasi untuk Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat.

Ketua umum PERMMABAR Kupang, Epi Staren menyampaikan, ”Profisiat kepada Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat bapak Edistasius Endi S.E dan bapak dr. Yulianus Weng, M.Kes. kami berharap semoga bisa menjalankan amanah dengan baik.”

Lebih lanjut, Wakil Sekjen PMKRI Cabang Kupang yang adalah Ketua Umum PERMABAR Kupang itu menyampaikan, “Kami menyiapkan poin rekomendasi ini sebagai kado istimewa dari PERMMABAR Kupang kepada Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat yang telah dilantik untuk memimpin Manggarai barat selama satu periode kedepan.  Pernyataan ini sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian kami sebagai mahasiswa Manggarai Barat terhadap kondisi terkini kabupaten Manggarai Barat tercinta.”

Hal ini, tegasnya, dikarenakan banyak persoalan yang membutuhkan perlakuan khusus dari Pemda Manggarai Barat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ini. Salah satunya carut marut konflik agraria. Jadi ada begitu banyak kasus yang berkaitan dengan agraria terutama di wilayah-wilayah strategis yang memiliki potensi pariwisata.

“Kemudian persoalan yang dihadapi oleh petani yang membutuhkan sentuhan pemberdayaan dari Pemda terutama persoalan kelangkaan pupuk. Jadi persoalan kelangkaan ini, akan lebih parah ketika Pemda tidak memperketat pengawasan terhadap distribusi pupuk, terutama pupuk bersubsidi, sehingga bisa sampai di tangan konsumen yang betul-betul membutuhkan,” tegas Ketua Umum PERMMABAR, melalui peryataan tertulis yang diterima media ini, Jumat (26/2/2021) pagi.

Berkenaan dengan itu PERMMABAR Kupang meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat untuk memperhatikan secara serius hal-hal sebagai berikut:

Pertama, menyelesaikan konflik agraria, seperti (a) memperkuat keberadaan masyarakat adat lewat produk hukum daerah kabupaten Manggarai Barat, (b) memperjelas batas-batas hak ulayat dari semua masyarakat adat yang ada di wilayah Manggarai Barat, (c) penertiban pemanfaatan tanah strategis di wilayah Manggarai Barat, (d) memastikan kejelasan semua status kepemilikan aset daerah kabupaten Manggarai Barat.

Kedua, memperketat pengawasan terhadap barang bersubsidi, terkusus distribusi pupuk.

Ketiga, segera menuntaskan masalah kebersihan lingkungan dan air bersih di Manggarai Barat, terkususnya di Labuan Bajo.

Keempat, pembangunan infarstruktur merata diseluruh wilayah Manggarai Barat.

Kelima, menghentikan rencana eksplorasi dan eksploitasi Geotermal Wae Sano.

Keenam, memperkuat pertumbuhan sektor pendukung pembangunan pariwisata seperti pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan.

Ketua Umum  PERMMABAR berharap semoga visi dan misi yang pernah dijanjikan kepada masyarakat Manggarai Barat betul-betul dijalankan. Jangan seperti pemimpin yang lain, yang dulunya berjanji memoratorium tambang ternyata hasil akhirnya mengambang, bahkan mengijinkan hadirnya pertambangan.

Sementara itu, Ketua Bidang GERMAS Jelo Jehalu mengatakan “sebagai organisasi perjuangan, PERMMABAR kupang tetap berkomitmen, untuk tetap mengkawal  serta mengkritisi semua kebijakan publik, terutama kebijakan yang cenderung bersifat elitis dan mengabaikan pluralis hal ini kemudian agar serangkaian kebijakan yang dibuat tidak menguntungkan korporat dan mengesampingkan publik Manggarai Barat”. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan