oleh

Mengampuni, Aktus Kristiani

-Info-278 views

Mengampuni. Sebuah aktus kristiani melepas rasa benci, marah, dendam terhadap orang yang menyebabkan timbulnya rasa tersebut. Melepas artinya membuang, menyingkirkan, melenyapkan, dari dalam hati.

Melalui mengampuni, hati yang semula terisi amarah, benci, dendam, dan aneka rasa negatif lainnya, dibersihkan, dibenahi, dilapangkan, ditata baru dengan rasa kasih, damai sejahtera, sukacita.

Mengampuni hanya mampu dilakukan oleh orang yang penuh kasih, tulus, rendah hati, berjiwa besar, rela berkorban.

Kasih mengalahkan segalanya. Kasih (agape) itu energi ilahi yang memampukan manusia untuk sanggup bertindak selaras kehendak Tuhan, meskipun secara manusiawi itu berat.

Di titik ini, terbersit dimensi salib. Salib itu berat. Mengampuni itu berat. Mengampuni itu sebuah salib yang harus dipikul oleh pengikut Kristus. Si Manusia Tersalib itu, di atas salib, mengampuni para penyalibNya.

“Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya.” Itulah wujud pengampunan tak terbatas yang diajarkanNya. Pengampunan pada titik 70 x 7 kali.

Sebaliknya, orang sombong sulit mengampuni. Juga orang pendendam. Apalagi orang sirik. Mengampuni, bagi mereka ini, sulit dilakukan. Dan tak kan mau dilakukan. Bagi manusia jenis ini, yang paling mudah dilakukan itu adalah balas dendam. Dengan pelbagai cara.

Pokoknya tujuan menghalalkan cara. Sampai di situ barulah puas. Puas di atas kesombongan dan kebencian. Titik minus dari 70 x 7 kali. Titik minus dari keberadaan sebagai pengikut Kristus.

Dengan mengampuni, jiwa menjadi lapang. Merdeka membangun peradaban kasih. Tanpa mengampuni, jiwa tetap terpenjara. Terkungkung dalam perusakan tatanan kasih.

Mengampuni itu menampakkan wajah kerahiman Allah. Membalas dendam itu menampakkan wajah nafsu setani.

 

Oleh: Rm. Sipri Senda, Pr

Komentar

Jangan Lewatkan