oleh

Surat Cintaku Untuk Flotim

-Info-124 Dilihat

SURAT CINTAKU UNTUK FLOTIM kepada Bapak Gubernur NTT di Kupang

Tentu saja dengan penuh hormat,

Demi cinta yang tak terbatas pada Lewotana Flores Timur (Flotim), dengan ini saya ingin menyampaikan pikiran saya dalam hubungan dengan akan diangkatnya Penjabat Bupati Flores Timur pasca Kepemimpinan Politik Periode 2017 – 2022.

Surat cinta ini sengaja saya tujukan kepada Bapak Gubernur sebagai Pemerintah Pusat di daerah, yang setidaknya memiliki kewenangan mengusulkan orang-orang yang dipandang cakap untuk melaksanakan tugas sebagai Penjabat Bupati Flores Timur dalam masa transisi Kepemimpinan Politik termaksud.

Tidak terlepas dari urusan mengusulkan, tentu saja Bapak Gubernur memiliki tanggungjawab Yuridis maupun Moral Politik dalam memberikan semacam arahan-arahan yang sudah barang tentu berkiblat pada Good Governance dalam upaya pencapaian cita-cita kesejahteraan masyarakat Flores Timur.

SEHUBUNGAN dengan itu maka ijinkan saya menyampaikan pikiran kecil saya, kiranya dapat dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari arahan-arahan yang saya maksudkan.

Pertama, akan sangat baik kalau diawal Kepemimpinan Penjabat Bupati, perlu dilakukan audit internal atas pelaksanaan anggaran daerah dalam Tahun Anggaran 2022.

Hal ini dimaksudkan agar dapat terklarifikasi secara baik kondisi keuangan daerah berkenaan dengan kebijakan anggaran dalam Tahun 2022.

Klarifikasi dimaksud untuk kepentingan meletakkan batasan Pertanggung Jawaban administrasi dan hukum oleh Penjabat Bupati.

Kedua, bahwa karena Birokrasi Pemerintahan Daerah merupakan pelaku teknis dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan publik maka perlu ada langkah berani oleh Penjabat Bupati dalam melakukan evaluasi kinerja untuk kemudian dapat melakukan penataan ulang formasi jabatan yang ada yang tentu saja dengan bersandar pada batasan kewenangan dan mekanisme yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketiga, bahwa Lembaga DPRD adalah Mitra Pemerintah Daerah yang adalah bagian dari penyelenggara Pemerintahan Daerah, maka perlu dipertegas nilai Kemitraan dalam kerangka membangun sinerji secara rasional antar kedua lembaga agar seiring dan sejalan, dalam posisi kewenangan dan fungsi yang berbeda, mengantar Flores Timur ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Keempat, sekiranya kehadiran Penjabat Bupati boleh membuka ruang “kemerdekaan” bagi kalangan ASN di Flores Timur dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara BUKAN sebagai abdi Pejabat Politik, dengan tetap berpegang teguh pada norma-norma dan HUKUM yang berlaku.

Kelima, bahwa karena DESA adalah organisasi pemerintah yang menjadi basis wilayah yuridiksi Kabupaten, maka perlu ada konsentrasi secara memadai berkenaan dengan berbagai kesulitan yang dialami oleh Kepala Desa, Perangkat dan BPD, baik itu menyangkut hak maupun pelaksanaan kewajiban dalam geliat tata kelola Pemerintahan Desa.

Demikian beberapa pikiran kecil-kerdil yang saya sampaikan sebagai bentuk kecintaan saya terhadap daerah ini dan Penjabat Bupati yang akan bertugas nanti.

Mohon maaf jika tidak berkenan dan terima kasih berlimpah atas dibacanya surat ini.

Salam Hormat Selalu Pak Gubernur, teriring doa terbaik untuk kesehatan dan kesuksesan dalam pengabdian ini.

 

Oleh: Rofin Kopong / Warga Flores Timur tinggal di Larantuka.

Komentar