oleh

Fraksi NasDem Pimpin Kunker ke Uzbekistan

RADARNTT, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmad Gobel dan sejumlah anggota Dewan mengunjungi Uzbekistan.

Gobel menyebutkan, dalam kerja sama tersebut Indonesia akan mengimpor salah satu bahan pupuk dan Uzbekistan diharapkan mengimpor pisang, buah naga, dan kopi dari Indonesia.

“Selama ini, Indonesia masih defisit dalam perdagangan dengan Uzbekistan. Kita perlu menjalin kerja sama saling menguntungkan dengan Uzbekistan,” ujar Gobel saat transit di Istanbul, Turki, Minggu (16/5).

Selama ini, Indonesia mengimpor bahan pupuk dari Kanada dan sejumlah negara. Kerja sama ekonomi dengan Uzbekistan, kata anggota Komisi XI DPR RI itu, akan mencakup pertanian, perdagangan, pariwisata, dan pembangunan kota.

“DPR akan mendorong pembentukan sister city dengan Lumajang, Jawa Timur. Simbol Lumajang adalah pisang dan Uzbekistan membutuhkan pisang,” jelas Legislator NasDem tersebut.

Selama empat hari di Uzbekistan, Gobel dan sejumlah anggota DPR dijadwalkan bertemu Ketua Senat Oliy Majlis Parlemen Uzbekistan, Tanzia Kamalavina, Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Uzbekistan, Umurzakov Sardor Uktamovich, dan sejumlah pejabat Uzbekistan lainnya.

Ada sejumlah agenda yang dibicarakan. Selain diskusi tentang peluang investasi kedua negara, juga dibahas ekspor pupuk.

Selain bertemu sejumlah pemimpin, Gobel dan rombongan mengunjungi pusat usaha kecil dan menengah (UKM) dan situs sejarah Uzbekistan di Samarkand dan Tashkent. Ekonomi bekas negara Uni Soviet ini tergantung pada UKM.

Uzbekistan terletak di Asia Tengah dengan luas wilayah 447.400 km persegi. Diapit dua sungai besar, Syr Daryanto di timur laut dan AU Darya di barat daya. Negeri itu berbatasan dengan Kazakhstan di bagian barat laut dan utara, dan sedikit berbatasan dengan Kirgistan dan Tajikistan di timur dan tenggara, Afghanistan di selatan, dan Turkmenistan di barat daya. Wilayah Uzbekistan umumnya kering dan berpasir.

Hanya 10 persen wilayah itu yang bisa diolah menjadi daerah pertanian dan beririgasi. Republik Qoraqalpoghiston (Karakalpakstan) terletak di barat. Luas hutan sekitar 8 persen dari wilayah. Kondisi hutan berbeda sesuai ketinggian wilayah.

Pada masa lalu, negara ini bernama Republik Sosialis Soviet Uzbekistan, yang didirikan sebagai negara bagian Uni Soviet tahun 1924. Setelah Uni Soviet runtuh, Uzbekistan mendeklarasikan kemerdekaannya pada 31 Agustus 1991. Tashkent menjadi ibu kota negara.

Sekitar 83,8 persen penduduk Uzbekistan adalah etnis Uzbek. Sisanya, 4,8 persen etnis Tajik, 2,5 persen Kazakh, 2,3 persen Rusia, 2,2 persen etnis Karakalpak, 1,5 persen Tatar, dan 2,9 persen lain-lain. Sekitar 76,2 persen warga Uzbekistan beragama Islam. Sisanya, 18,1 persen tidak beragama, 0,8 persen Katolik Ortodoks Rusia, dan 4,9 persen agama lainnya.

Kesamaan agama, kata Legislator NasDem dapil Gorontalo itu, akan membuka peluang kerja sama Indonesia dan Uzbekistan.

Selain Rachmad Gobel, anggota DPR yang ikut dalam rombongan ke Uzbekistan adalah Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas, Wakil Ketua Baleg Willy Aditya, anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan, anggota Komisi IV DPR Muhamad Syahruddin, dan anggota Komisi III DPR Taufik Basari. (RO/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan