oleh

‘NTT Melawan Stunting’, Laporan Akhir Riset IDAI

RADARNTT, Kupang — Tim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang NTT dan IDAI Jawa Timur menyampaikan laporan akhir riset/penelitian terkait stunting, Selasa, (11/2/2020) di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT.

Kegiatan penyampaian laporan dengan tajuk ‘NTT Melawan Stunting’, Presentasi Ilmiah “Stunting dan Konsekuensi Jangka Panjang” tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi serta elemen stakeholder yang berkaitan dengan stunting dari seluruh wilayah di NTT.

Josef Nae Soi dalam sambutannya, mengatakan Kegiatan ini sangat penting, tidak hanya bermanfaat bagi ibu dan anak tetapi ini bagi perkembangan kedepan bangsa dan negara baik itu NTT maupun Indonesia.

“Stunting itu biasanya dikategorikan atau dimanifestasikan dengan orang yang pendek, tapi jangan berkecil hati dulu bagi yang pendek. Tidak selamanya yang pendek itu stunting,” ujarnya.

Hal penting pencegahan stunting, lanjutnya, bagi yang gizinya kurang dan pola hidupnya serta pola lingkungan yang tidak bersih dan tidak nyaman, merupakan hal serius yang perlu jadi perhatian.

“Ini saya kira yang paling penting untuk kita. Kemudian di dalam stunting ada persoalan yaitu kurang gizi, tetapi berkaitan juga dengan kemiskinan. Kalau orang miskin sudah pasti gizinya pasti kurang, pasti kemampuan intelektualnya akan rendah, kenapa dia kurang gizi dan sebagainya.,” lanjutnya

Josef lebih lanjut mengatakan bahwa orang stunting, kognitifnya pasti rendah, kalau kognitifnya rendah pasti afektifnya dan psikomotoriknya juga pasti lebih rendah.

“Oleh sebab itu, dalam pertemuan ini dan hasil dari penelitian ini sangat-sangat penting khususnya bagi NTT,” ujarnya

Sementara itu, pada tempat yang sama Ketua IDAI Jawa Timur, Dr. Sjamsudin Arief, MARS, SpA (K) mengatakan program melawan stunting telah dimulai dari 2017.

“Kami dari IDAI Jawa Timur dan IDAI NTT yang telah bekerjasama mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah NTT yang telah membantu suksesnya pelaksanaan penelitian ini,” ujarnya

Ia mengatakan, semoga hasil penelitian ini yang nanti akan disampaikan secara ilmiah dapat membantu program-program Pemprov NTT dalam rangka menurunkan prevelansi stunting.

“Karena prevelansi stunting di Indonesia tahun 2019 itu 27,6% menurun dibanding tahun 2018 dimana prevelansinya 30,8%,” jelasnya

Harapannya bahwa dengan menurunkan prevelansi ini, dapat mencegah stunting agar anak menjadi pandai dan tinggi untuk generasi emas indonesia yang akan datang.

Untuk diketahui, Penelitian ini terselenggara atas kerjasama dokter ahli anak dari IDAI Cabang Jatim dan IDAI Cabang NTT serta FK Universitas Airlangga dan FK Universitas Nusa Cendana Kupang dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) KALBE Nutritions.

Kegiatan ini telah berlangsung selama 2 tahun, yaitu 2017 hingga 2019. Penyampaian laporan akhir ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada Pemerintah Daerah Provinsi NTT dalam hal inovasi dan pembuatan program kesehatan anak, utamanya untuk pencegahan dan penanganan stunting di Provinsi NTT yang berbasis riset penelitian setempat. (ND/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan