oleh

Apa Itu Transmisi Lokal?

SUATU daerah dikatakan terjadi transmisi lokal Covid-19 jika ada kasus terkonfirmasi Covid-19 tapi setelah ditelusuri (Penyelidikan Epidemiologi) tidak diketahui yang bersangkutan tertular dari siapa.

Misalnya ada seseorang (katakanlah Bapak A) berobat ke Rumah Sakit karena batuk dan sesak nafas. Dokter yang bertugas mencurigai Covid-19, maka dilakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) Covid-19 dan hasilnya positif.

Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi untuk mencari sumber penularan A dan siapa saja yang kemungkinan sudah tertular dari A.

Ternyata Bapak A tidak pernah bepergian dari daerah transmisi lokal. A juga tidak pernah kontak erat dengan seseorang yang positif Covid-19. Jadi siapa yang menularkan Covid-19 ke Bapak A tidak diketahui. Keadaan dimana seseorang tertular Covid-19, tapi sumber penularannya tidak diketahui disebut Transmisi Lokal.

Apa konsekuensi daerah dengan Transmisi Lokal Covid-19?

Katakanlah si X adalah sumber penular Covid-19 ke Bapak A. Karena si X tidak diketahui, maka si X akan terus menularkan ke orang lain. Dan ini sangat berbahaya, karena penularan akan meluas.

Bisa diumpamakan, ada pembunuhan berantai. Korban yang dibunuh berjatuhan, tapi sang pembunuh belum ketahuan. Maka potensi pembunuhan berikutnya tetap akan terjadi. Warga di daerah itu dalam ancaman.

Tetap waspada. Penular Covid-19 sedang berada di sekitar kita atau bahkan salah satu diantara kita adalah si penular itu. Bisa saja kita sudah tertular Covid-19 namun tidak bergejala. Dan berpotensi menularkan ke orang-orang terkasih di sekitar kita.

Covid-19 merupakan penyakit menular dan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat. Seperti lazimnya penanganan penyakit menular, tidak bisa diselesaikan tanpa melibatkan masyarakat.

Perlu pemimpin yang mampu menggerakkan masyarakat untuk peduli dan terlibat dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Baik pemimpin keluarga, pemimpin agama, pemimpin adat dan tentu pemimpin pemerintahan yang punya akses anggaran.

Saling mengingatkan. Saling melindungi. Saling mendoakan.

Tetap semangat. Bersama kita bisa.

 

Oleh: dr. Asep Purnama

Komentar

Jangan Lewatkan