oleh

Bencana Alam vs Non Alam

BENCANA alam biasanya terjadi sekali dan akan berakhir. Dan kita melakukan perbaikan terhadap dampak yang ditimbulkannya. Misalnya gempa bumi. Biasanya muncul gempa sekali, atau bisa juga muncul gempa susulan. Kemudian dilakukan penanganan bencana terhadap kerusakan akibat gempa.

Bencana non-alam seperti Covid-19 tidak bisa ditangani seperti menangani bencana alam. Karena selain menangani dampak “kerusakan” akibat Covid-19 (penderita yang tertular Covid-19), perlu juga mengatasi sumber Covid-19 untuk memutus rantai penularan (HULU). Kalau hanya fokus pada dampak Covid-19 (HILIR) maka bencana non-alam ini tidak akan pernah berakhir.

Covid-19 ini ibarat gempa bumi yang terus menerus. Tidak bisa kita hanya fokus pada dampak gempa bumi saja, harus juga mengendalikan supaya gempanya berhenti.

Oleh karena itu, jangan menangani bencana non alam (Covid-19) seperti menangani bencana alam (misalnya gempa bumi, longsor, banjir dll) dan berfokus hanya pada kerusakan yang terjadi (HILIR).

Covid-19 tidak boleh ditangani hanya fokus pada HILIR (Pasien di Rumah Sakit) semata, tapi juga harus mencegah penularan lebih lanjut (HULU). Bagaimana memutus mata rantai penularan.

Kalau kita tidak peduli menanggulangi di bagian HULU, maka penyebaran Covid-19 tidak akan berakhir. Masyarakat harus lebih dilibatkan dan diberi peranan. Penyakit menular seperti Covid-19 hanya bisa dihentikan penyebarannya jika masyarakat terlibat. Covid-19 merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Sehingga keterlibatan masyarakat untuk memutus rantai penularan Covid-19 menjadi urgen saat ini, masyarakat harus bekerja sama dan saling membantu di tingkat komunitas masing-masing dengan menjalankan protokol kesehatan secara teratur dan tertib.

Setiap kita diwajibkan menjalankan 5M, yaitu: Menghidari kerumunan, Mengurangi mobilitas, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak.

Untuk itu, pemerintah tingkat terkecil seperti RT, RW, Desa, Kelurahan harus menjadi komando memimpin gerakan ini di tingkat komunitas bersama simpul lainnya seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan kelompok profesional.

Dengan demikian, diharapkan kita bisa efektif mengendalikan penyebaran virus yang makin mengkhawatirkan saat ini. Dan bagi mereka yang terpapar dan positif Covid-19 diserahkan kepada tim medis untuk melakukan perawatan.

Tetap semangat. Bersama kita bisa.

 

Oleh: dr. Asep Purnama

Komentar

Jangan Lewatkan