oleh

Rayakan HUT, Bank NTT Peduli Stunting

RADARNTT, Borong – Gerakan peduli stunting Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) membagikan makanan tambahan kepada 177 bayi di bawah dua tahun (Baduta) di kabupaten Manggarai Timur dalam rangka hari ulang tahun ke-60 Bank NTT.

Pembagian makanan tambahan kepada Baduta di Puskesmas Peot, kelurahan Satar Peot, kecamatan Borong kabupaten Manggarai Timur, Selasa (21/6/2022) dibuka secara resmi Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Timur, Boni Hasudungan.

Sekda Boni, dalam sambutan membuka kegiatan mengucapkan terima kasih kepada Bank NTT yang telah memprakarsai kegiatan pembagian makanan tambahan untuk Baduta.

Menurutnya, kegiatan pembagian makanan tambahan yang diberikan oleh Bank NTT merupakan bentuk program yang sinergis dengan apa yang tengah berjalan oleh pemerintah.

Penanganan stunting itu sangat penting, menurut Sekda Boni, penanganan anak selama dua tahun atau 1000 hari kelahiran itu betul-betul dijalankan. Hal itu bertujuan untuk menciptakan generasi cerdas.

“Tentang penanganan stunting tentu bukan hanya setelah lahir. Melainkan sejak dalam kandungan. Sembilan bulan dalam kandungan hingga dua tahun setelah dilahirkan, atau disebut 1000 hari kelahiran,” ungkap Sekda Boni.

Sekda Boni mengatakan, program penanganan stunting sebelumnya, pemerintah telah bersinergis untuk pelayanan termasuk dana desa juga untuk memberikan tambahan untuk Ibu hamil dan Baduta.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Tim Peggerak PKK Kabupaten Manggarai Timur, Nyai Alexandria Anggal menyampaikan rasa terima kasih kepada Bank NTT yang telah menyelenggarakan kegiatan pemberian makanan tambahan kepada Baduta.

Ia melanjutkan bahwa untuk saat ini, PKK Kabupaten Manggarai Timur hanya bisa memberikan dorongan dan motivasi. Hal itu terjadi karena PKK masih memiliki masalah keterbatasan dana.

“Saya berharap kepada semua, apabila ke depannya ada pemberian makanan tambahan, tetap utamakan mama-mama, bumil, dan anak. Stunting itu terjadi tergantung dari perilaku mama pada saat hamil,” ungkapnya.

Dikatakannya, tak jarang juga melihat bagaimana anak-anak dibiarkan makan masako, penyedap rasa, mie instan mentah, dan minuman ringan yang beku, setidaknya itu sebagian besar sebagai penyebab terjadinya stunting.

“Mohon dihindari itu,” tegas Ketua TP PKK Manggarai Timur.

Menjaga pola makan, para ibu makan makanan bergizi, bila perlu di rumah pelihara ayam, untuk kebutuhan gizi, seperti telur, itu penting bagi kesehatan anak dan ibu. Kemudian, kata dia, jangan lupa untuk ikut KB. Menjaga jarak kelahiran itu penting.

Rupanya kesehatan ibu hamil dan anak adalah tanggung jawab bersama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur , dr.Tintin, mengatakan bahwa meningkatkan gizi pada ibu hamil dan balita itu tugas bersama. Ia berharap juga pemerintah tingkat kelurahan akan memperhatikan itu.

“Yang paling dekat, untuk menurunkan stunting adalah menjaga ibu hamil kita itu sehat. Itu yang pertama, karena sedikit lagi ibu ibu hamil kita itu akan melahirkan,” tutur dokter Tintin.

Memotivasi para ibu, dokter Tintin mengatakan ibu hamil tidak boleh kurus dan pucat. Seorang ibu yang hamil, kata dia harus segar, sehat dan cantik. Supaya anak yang dilahirkan nantinya sehat.

Lebih lanjut ia mengatakan, ibu yang kurus, pucat, Hb rendah, akan melahirkan bayi berat badan lahir rendah.

“Anak anak yang pada saat lahir, dibawah 2,5 kilogram, maka dia itu lahir berat badan lahir rendah. Di bawah normal,” tegasnya.

Lanjut dr. Tintin, supaya ibu ibu ini melahirkan anak yang berat badan lahirnya diatas normal, maka, pada saat kehamilan,lebih utama diperhatikan gizinya oleh keluarga.

“Syukur bapak bapak hadir juga, kalau istri lagi hamil, semestinya para suami harus lebih giat bekerja untuk pemenuhan gizi istri, lebih perhatian kepada istri. Karena itu, ibu ibu ini adalah pejuang generasi generasi kedepan. Mereka mengembangkan tugas besar, tugas negara,jangan abaikan. Pak Presiden telah menyampaikan , ciptakan generasi unggul. Indonesia kedepan mau hebat, mampu bersaing dengan negara lain,tentu kita harus peduli dan memulai dari para pejuang generasi unggul, yaitu para ibu,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bank NTT Cabang Borong melalui Wakil Kepala Bank, Johny Tadu Hungu kepada media ini mengatakan, gerakan pemberian makanan tambahan oleh Bank NTT untuk 6000 Baduta di seluruh NTT merupakan program yang sinergis dengan program pemerintah untuk menuntaskan persoalan stunting dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-60 Bank NTT.

Untuk kabupaten Manggarai Timur, kata Johny, kebagian 177 sasaran penerima program pemberian makanan tambahan.

“177 orang itu tersebar di setiap kecamatan di kabupaten Manggarai Timur. Sedangkan untuk puskesmas Peot terdapat 12 orang,” ungkap Johny.

Berkaitan dengan data penerima, kata Johny, data yang mereka terima sesuai dengan yang diterima dari Bank NTT Pusat berdasarkan data dari pusat Pokja Penanganan Stunting.

Ia berharap agar, dengan dilaksanankan program pemberian makanan tambahan kepada Baduta, akan meningkatkan kesadaran hidup sehat untuk melahirkan generasi unggul dan bisa menekan angka stunting di Manggarai Timur.

Untuk diketahui, kegiatan memeriahkan ulang tahun Bank NTT ke-60 tahun ini diselenggarakan di seluruh NTT, berupa pemberian makanan tambahan kepada Baduta serempak di buka oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. (GN/RN)

Komentar