oleh

Bupati Ngada Harusnya Sudah Mencopot Wilhelmus Petrus Bate dan Silverster Tewe

-Kolom-3.468 views

Setelah dilantik menjadi Bupati Ngada pada tanggal 7 April 2019 guna melanjutkan sisa masa jabatan Bupati Ngada sebelumnya Marianus Sae yang tersangkut masalah hukum, maka Bupati Ngada Drs Paulus Soliwoa seharusnya secara tegas dan berani segera mencopot Wilhelmus Petrus Bate dan Silvester Tewe dari jabatannya masing-masing selaku Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngada serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Ngada, sebab dalam fakta-fakta hukum kasus suap mantan Bupati Ngada Marianus Sae, keduanya sama-sama terbukti melakukan perbuatan tercela yang nyata-nyata sangat mencederai aturan tentang larangan sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Kita mengetahui bahwa pada kasus suap mantan Bupati Ngada Marianus Sae yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 11 Februari 2018 terkait kasus penerimaan fee dari sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Ngada, maka Marianus Sae selaku penerima suap dan Wilhelmus Iwan Ulumbu selaku pemberi suap, telah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya pada tahun 2018 dengan hukuman masing-masing selama 8 tahun penjara dan 2,6 tahun penjara. Selanjutnya dalam fakta-fakta hukum kasus tersebut maka baik Wilhelmus Petrus Bate selaku Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngada maupun Silvester Tewe selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Ngada keduanya masing-masing terbukti melakukan perbuatan tercela, yaitu Wilhelmus Petrus Bate yang menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngada sejak tahun 2011 telah memberikan uang kepada Marianus Sae selaku Bupati Ngada saat itu senilai Rp 875 juta sebagai bentuk tanda terima kasih atas pengangkatan Wilhelmus Petrus Bate selaku Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngada.

Pemberian uang oleh Wilhelmus Petrus Bate senilai Rp 875 juta atas permintaan Marianus Sae itu dilakukan melalui setoran tunai secara bertahap ke rekening BNI atas nama Wilhelmus Iwan Ulumbu dimana ATM BNI atas nama Wilhelmus Iwan Ulumbu tersebut memang sudah dikuasai oleh Bupati Ngada Marianus Sae sejak tahun 2011 sampai terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Setoran tunai secara bertahap ke rekening BNI atas nama Wilhelmus Iwan Ulumbu itu dilakukan oleh para anak buah Wilhelmus Petrus Bate yang terdiri dari Ngetu Petrus, Antonius Jemarus, dan Petrus K Nono, sebagai berikut :

  1. Tanggal 25 Mei 2016 setor tunai sejumlah Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) oleh Ngetu Petrus.
  2. Tanggal 8 Juni 2016 setor tunai sejumlah Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) oleh Ngetu Petrus.
  3. Tanggal 11 Juli 2016 setor tunai sejumlah Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) oleh Ngetu Petrus.
  4. Tanggal 26 Agustus 2016 setor tunai sejumlah Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) oleh Antonius Jemarus.
  5. Tanggal 15 September 2016 setor tunai sejumlah Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) oleh Ngetu Petrus.
  6. Tanggal 7 Oktober 2016 setor tunai sejumlah Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) oleh Antonius Jemarus.
  7. Tanggal 03 Februari 2017 setor tunai sejumlah Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) oleh Petrus K Nono.
  8. Tanggal 6 Juni 2017 setor tunai sejumlah Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) oleh Ngetu Petrus.
  9. Tanggal 17 Juli 2017 setor tunai sejumlah Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) oleh Ngetu Petrus.
  10. Tanggal 25 September 2017 setor tunai sejumlah Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) oleh Ngetu Petrus.

Pada sisi lain telah terungkap sebagai fakta hukum juga bahwa Silvester Tewe yang menjabat selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Ngada sejak tahun 2011 mengakui pernah menerima uang sebesar Rp 40 juta dari Wilhelmus Iwan Ulumbu, dimana fee senilai Rp 40 juta tersebut merupakan bagian dari fee yang berkaitan dengan perolehan sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Ngada oleh Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Selain patut disidik lebih lanjut oleh KPK-RI, maka pola tingkah dan perilaku Wilhelmus Petrus Bate selaku Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngada yang memberikan uang senilai Rp 875 juta kepada Bupati Ngada saat itu Marianus Sae adalah menyalahi ketentuan Pasal 4 angka (7) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL yang berbunyi: “Setiap PNS dilarang memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan”.

Sementara itu, perilaku Silvester Tewe selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Ngada yang mengakui pernah menerima uang sebesar Rp 40 juta dari Wilhelmus Iwan Ulumbu adalah menyalahi ketentuan Pasal 4 angka (8) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL yang berbunyi: “Setiap PNS dilarang
menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya”.

Terhadap pelanggaran-pelanggaran atas larangan selaku Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan oleh Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngada serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Ngada itu maka Pasal 13 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL menegaskan bahwa hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan berupa memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7, dan menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8.

Demi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang sesuai dengan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (“AUPB”) yang menjunjung tinggi norma kesusilaan, kepatutan, dan norma hukum maka Bupati Ngada Drs Paulus Soliwoa seharusnya sudah mencopot atau membebas-tugaskan Wilhelmus Petrus Bate dan Silvester Tewe dari jabatannya masing-masing selaku Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngada serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Ngada. Sebab bila Bupati Ngada Drs Paulus Soliwoa sampai detik ini tetap membiarkan keberadaan figur-figur berperilaku korup di instansi yang dipimpinnya, maka dia telah mengesampingkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, serta perbuatan tercela lainnya.

Akibat pembiaran keberadaan figur-figur berperilaku korup oleh Bupati Ngada Drs Paulus Soliwoa dalam instansi pemerintahan Kabupaten Ngada justru akan menimbulkan rangkaian perilaku-perilaku korup baru lainnya di Kabupaten Ngada, dan hal itu terbukti dengan telah ditetapkannya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Ngada Silvester Tewe selaku tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bajawa dalam dugaan tindak pidana korupsi Kegiatan Peningkatan Jalan Dorarapu-Dhoki Matawae, Kecamatan Golewa Barat – Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2018 dengan Nilai Kontrak Rp 3.434.567.888,- (Tiga Milyar Empat Ratus Tiga Puluh Empat Juta Lima Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh Delapan Rupiah).

 

Oleh: Meridian Dewanta Dado, SH (Advokat PERADI dan Kordinator TPDI-NTT)

Komentar

Jangan Lewatkan