oleh

Hardiknas: Belajar dari Covid-19

-Kolom-530 views

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini sangat berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. Penyebaran Virus Corona (COVID-19) telah berdampak pada berbagai bidang kehidupan manusia termasuk bidang pendidikan. Pemerintah pusat menetapkan tema peringatan Hardiknas tahun ini, yakni “Belajar dari COVID-19”.

Pertanyaannya, apa sesungguhnya yang dapat kita belajar dari COVID-19 pada momentum Hardiknas tahun ini? Bukankah COVID-19 merupakan virus mematikan yang telah menjadi pendemi. Ya, kita belajar dari COVID-19 karena memberi banyak pelajaran hidup. Berbeda dengan selama ini, kita
belajar dari guru, buku-buku, internet, jurnal penelitian, dan pengalaman-pengalaman orang lain. Namun hari-hari ini kita diajak belajar dari COVID-19.

Hakikat belajar adalah proses menjadi mengerti, menjadi berdaya, menjadi baik, menjadi beradab, menjadi paripurna, menjadi mulia dalam hidup. Belajar tidak mengenal waktu dan tempat, tidak mengenal usia dan kesempatan. Kapan, di mana pun, ke mana pun, dengan apa, dan siapa pun kita belajar.

Kita belajar menjadi orang yang taat pada protokol kesehatan, belajar menjadi bangsa yang disiplin: belajar mau mengikuti anjuran pemerintah, rajin mencuci tangan dengan sabun, pakai masker, tahu etika batuk dan bersin, tetap di rumah, tidak berkerumun. Kita belajar untuk berhemat makan dan minum, berbelanja, dan membuat prioritas dalam hidup. Kita belajar untuk rajin beribadah, apalagi beribadah di rumah. Kita belajar untuk bertanggung jawab atas diri dan keluarga kita. Kita belajar agar tidak korup, sekalipun ada kesempatan korupsi karena jabatan, kekuasaan, atau karena sistem yang lemah. Kita belajar agar tidak menjadi bodoh, hanya karena menganggap diri pintar sehingga kebodohan kita terlihat.

Kita belajar untuk tahu memberi solusi, sekalipun kita bisa mempermasalahan segala sesuatu karena sering ber-medsos. Kita belajar untuk menghargai orang lain, sekalipun kita ingin dihargai terlebih dahulu. Kita belajar agar tidak mudah dibodohi orang lain, sekalipun kita bisa membodohi orang lain pula. Kita belajar agar menghargai kelebihan orang lain, sekalipun kita pandai. Kita belajar agar dapat menghargai para pemimpin kita, sekalipun kita juga bisa memimpin. Kita belajar agar mau diatur orang lain, sekalipun kita juga pernah atau mampu mengatur orang lain.

Kita belajar untuk menghargai budaya kita, sekalipun menghadapi penetrasi budaya global. Kita belajar agar mau memaafkaan orang lain, sekalipun kita pernah disakiti. Kita belajar agar menghargai orang tua kita, ibu yang melahirkan, sekalipun kita telah menjadi besar hari ini. Kita belajar agar tidak sombong, sekalipun ada hal yang dapat kita sombongkan. Kita belajar untuk mengikuti anak tangga, sekalipun kita bisa membeli tangga. Kita belajar untuk berbagi, sekalipun kita memiliki keterbatasan atau sering tidak kebagian dari orang lain. Kita belajar untuk tulus, sekalipun kita bisa meminta agar tidak hanya untuk “membuka tali kasut”. Kita belajar agar menjadi orang yang terus belajar.

COVID-19 telah membawa kembali kita pada ruang belajar yang lebih kusuk. Kita belajar dari COVID-19, bukan tentang COVID-19, bukan pula tentang belajar di mana saja dengan menggunakan TIK, tetapi belajar dari dampak COVID-19. Selamat menjadi pembelajar di masa COVID-19.

 

Oleh: Fredrik Abia Kande, Dosen Universitas Tribuana Kalabahi

Komentar

Jangan Lewatkan