oleh

Kepala Suku Flobamora di Papua

-Kolom-3.219 views

PROSES final otonomi Lembata, Nusa Tenggara Timur tahun 1999 tak akan abai dalam diri sosok orangtua satu ini. Namanya H. Sulaeman L Hamzah. Ia adalah salah seorang tokoh penting di balik proses final “kemerdekaan” Lembata menjadi sebuah daerah otonom lepas dari Flores Timur, kabupaten induk. Tempo doeloe, namanya seperti tenggelam dalam deretan para politisi asal Nusa Tenggara Timur yang meraih karier di panggung politik nasional. Pun belakangan setelah sejumlah nama besar politisi nasional asal Nusa Tenggara Timur akrab di telinga orang-orang di seluruh jengkal tanah Flobamora.

Dua nama politisi nasional dari tanah Lamaholot di DPR/MPR RI, selain Bapa Haji Sulaeman Hamzah, adalah Dr H. Ali Taher Perasong, dari Pulau Solor, Flores Timur. Pulau manis di beranda Lembata, tanah leluhur Sulaeman Hamzah. Magun Haji Sulaeman adalah politisi Partai NasDem. Sejak 2014, ia terpilih sebagai anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua. Sedang koleganya, H. Ali Taher adalah politisi Partai Amanat Nasional. Magun Haji Ali Taher adalah anggota DPR RI & bekas Ketua Komisi Sosial dan Keagamaan DPR dari Daerah Pemilihan Banten. Baik magun Haji Sulaeman dan magun Haji Ali adalah lulusan Sekolah Dasar Don Bosco Lewotolok, Ile Ape Timur, Lembata.

“Saya menyewa hotel Marcopolo, di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Tim pemekaran dari kampung nginap beberapa bulan untuk memastikan proses Lembata menjadi kabupaten baru. Berkat doa para pastor, alim ulama, dan keluarga-keluarga kita di kampung ditunjang kerja keras, proses Lembata menuju otonomi berjalan lancar. Ini sesuatu yang sangat berharga bagi kampung halaman dari kita semua di rantau,” kata H. Sulaeman Hamzah kepada saya suatu waktu di Jakarta.

Bertemu di Cikini

Sejak masuk Jakarta akhir 1998, nama H. Sulaeman L. Hamza samar-samar mulai saya dengar. Saat itu beliau sudah familiar di kalangan warga masyarakat Flores Timur sebagai salah seorang anggota MPR RI Utusan Papua. Selain juga nama Herman Yosef Loli Wutun, sesama anggota MPR RI Utusan NTT. Herman lumayan akrab di telinga saya sejak masih di Kupang. Ia lama mengabdi di Pusat KUD NTT. Sedang H. Sulaeman L Hamzah baru akrab setelah beberapa waktu di Jakarta.

“Kalau bertemu nanti bisa ke hotel di depan Taman Ismail Marzuki. Kita bisa ngobrol di sana,” kata H. Sulaeman Hamzah.

Janjian itu kami sepakati setelah saya berkoordinasi dengan rekan Jeri Sabaleku dari Lembata. Mengapa janjian? Pak Haji Sulaeman memiliki agenda yang padat dalam urusan dengan masyarakat dan tanah Papua. Masyarakat seluruh tungku (kabupaten) di Provinsi Papua dan Papua Barat memberi kepercayaan kepada Pak sebagai Ketua Masyarakat Flobamora di tanah Papua. Istilah di sana beliau kepala suku Flobamora.

“Sejak dipercaya saya mesti ke kabupaten-kabupaten baik di Provinsi Papua dan Papua Barat untuk membentuk kepengurusan di kabupaten. Melalui organisasi lokal ini, masyarakat kita bisa ikut ambil bagian bersama pemerintah dan masyarakat setempat membangun tanah Papua agar lebih sejahtera, aman dan damai,” lanjut H. Sulaeman Hamzah, yang saat ini anggota Komisi IV DPR RI.

Dalam perjalanan pengabdian sebagai kepala suku Flobamora Papua, ia menyadari perlu memisahkan kepengurusan Masyarakat Flobamora untuk wilayah Papua dan Papua Barat. Pemisahan ini dipandang perlu karena sudah banyak kader muda potensial mengurus organisasi masyarakat. Jadilah masyarakat Flobamora Papua ia pimpin. Sedangkan Papua Barat dipimpin Clinton Talo, seorang kader muda energik.

“Tugas saya memimpin masyarakat Flobamora seluruh tanah Papua sedikit mudah. Komunitas masyarakat Flobamora Papua Barat kini dipimpin Pak Clinton Talo. Kita dorong warga Flobamora untuk ambil bagian bersama pemerintah dan masyarakat setempat majukan daerah. Ini penting karena topografi wilayahnya sangat sulit. Hampir sebagian besar kabupaten atau kecamatan menggunakan transportasi udara,” ujar Sulaeman Hamzah.

Lewotolok

Boleh jadi ada warga asal Lembata atau NTT tak mengenal sosok H. Sulaeman L Hamzah, wakil rakyat di Senayan. Ia seorang pengusaha sukses di tanah Papua sebelum terjun di dunia politik hingga dipercaya masyarakat Papua sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dan 2019-2024. Ia lahir di Lewotolok, Kecamatan Ile Ape pada 18 Agustus 1954. Setelah tamat SD Don Bosco Lewotolok, Ile Ape tahun 1968 ia masuk SMP Ampera Waipukang, Ile Ape tahun 1970.

“Sejak kecil kita diajar orangtua kerja keras kalau mau sukses. Saya suka jalan kaki lewat Kalikasa ke Lebala. Kondisi kita saat itu sangat sulit. Saya memutuskan merantau ke Irian Jaya. Saya akhirnya selesaikan pendidikan di SMA di Fakfak tahun 1974. Saat itu mungkin kamu belum lahir,” kata H. Sulaeman L Hamzah sembari tersenyum.

Semangat kerja pantang menyerah dan mau belajar hal-hal baru selalu tertanam dalam hati. Sulaeman muda akhirnya memilih kerja di PT Bumi Kumawa Papua. Melihat semangat kerja yang kejujuran ia dipercaya bosnya sebagai kepala bagian ekspor dan Import. Tak lama berselang ia terjun sebagai agen Pertamina melalui PT Golai Seng. Sejumlah perusahaan mulai melirik kemudian mendapuknya sebagai direktur. Ia juga aktif dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Fakfak. Pernah pula dipilih sebagai Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ( HKTI) Fakfak, Ketua Umum DPD HIPMI Irian Jaya, Wakil Ketua HKTI Papua, Ketua Dekopin Papua, dan Ketua Dewan Pembina IPHI Kabupaten Jayapura.

Berkat kerja keras dan prestasi yang ia torehkan kepercayaan terus mengalir. H. Sulaeman Hamzah juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Kabupaten Jayapura dan Ketua Ormas NasDem Papua. Saat ini ia dipercaya sebagai Sekretaris DPW NasDem Papua. Pernah pula menjadi Anggota Fraksi Utusan Daerah MPR RI tahun 1999, Anggota DPR RI Fraksi NasDem Dapil Papua tahun 2014-2019 dan terpilih kembali pada periode 2019-2024. Hingga saat ini masih menjabat Ketua Umum Masyarakat Flobamora Papua.

“Kalau ada kegiatan sosial keagamaan masyarakat Flobamora di Papua rumah selalu penuh. Para suster atau pastor juga datang. Selain sebagai kepala suku Flobamora Papua, saya juga adalah orangtua bagi mereka semua. Kita bisa saling menyemangati dalam bekerja untuk ikut memajukan masyarakat dan Papua melalui tugas dan karya kita masing-masing,” katanya.

Selasa, 18 Agustus 2020, Pak H. Sulaeman Hamzah merayakan ulang tahun ke 66. Selamat Ulang Tahun, Bapa Haji. Insya Alloh sehat selalu dan penuh keberkahan. Aamin… YRA. Selamat malam. Salamalaikum.

 

Jakarta, 19 Agustus 2020
Catatan untuk Pak Haji Sulaeman

Oleh: Ansel Deri

Komentar

Jangan Lewatkan