oleh

Kuliah Online Mahal?

-Kolom-353 views

Pembelajaran (Kuliah) online yang dilaksanakan sejak penyebaran wabah Covid-19, boleh dibilang mahal-murah-murah. Mahal bila dosen menggunakan platform yang satu ini, yakni “Cloud Zoom Meeting”. Ini platform online yang sangat cangggih. Oleh karena merupakan aplikasi meeting online dengan konsep screen sharing, yang memungkinkan penggunanya bertatap muka dengan lebih dari 100 orang partisipan. Aplikasi dari platform ini bisa diunduh di PC atau laptop, maupun bisa diunduh di smartphone. Karena sedemikian canggih, maka berbiaya mahal. Biaya yang mahal tersebut malah membuat pembelajaran online menjadi tidak efisien.

Bukan saja mahasiswa S1 yang mengeluh tetapi juga pada tingkat Pascasarjana. Argumentasinya hitung-hitung 18 SKS. Sehari 6 SKS x 50 menit ketemu 600 menit / 60 menit = 5 jam. 5 jam sehari perlu 30 GB lebih atau senilai 170 ribu. 170 ribu x 3 hari = 510 Rb / Mgg. Kali 4 = 2.040.000. Kecuali pihak kampus menyediakan subsidi Paket Data kepada para mahasiswa.

Sebenarnya secara teori tidak ada satu model pembelajaran yang benar-benar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Itulah sebabnya selalu ada kombinasi antara offline, online, dan campuran antara keduanya. Jadi, kalau mahasiswa diwajibkan utk mengikuti kuliah Online maka harus ada model alternatif misalnya sistem modular atau penugasan individu. Ini selain untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran juga untuk menampung atau mengakomodir mahasiswa yang kesulitan dalam hal fasilitas maupun kemampuan dalam menggunakan aplikasi online.

Kuliah online masih bisa dilaksanakan dengan biaya yang sangat murah yakni menggunakan WhatsApp Group maupun Google Class Room, sehingga jatah pulsa untuk jatah youtube mahasiswa tidak habis.

Komentar

Jangan Lewatkan