oleh

Petaka Corona dan Panggung Politik

-Kolom-520 views

Pada 2020 ini, ada 270 daerah di Indonesia yang akan melaksanakan pemilihan langsung kepala daerah (PILKADA) serentak, termasuk 9 kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Para bakal calon berlomba-lomba bersafari, dari satu desa ke desa yang lain dan dari satu kelurahan ke kelurahan yang lain.

Pihak penyelenggara pun, terus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memperlancar PILKADA serentak 2020 ini. Semangat pihak penyelenggara, sontak terhenti, karena Virus Corona yang datang secara tiba-tiba.

Virus mematikan ini, sangat menakutkan karena, mendunia dan menelan ribuan korban jiwa dan berdampak pada semua sendi kehidupan. Perhatian Pemerintah dan masyarakat, semua tertuju, bagaimana memutus penyebaran virus mematikan ini.

Peralatan medis, obat-obatan dan semua yang berkaitan dengan bagaimana memutus virus corona atau Covid-19 dipersiapkan. Virus ini adalah petaka, virus Covid-19 ini adalah masalah bersama yang harus ditanggulangi bersama oleh semua elemen masyarakat. Covid 19 ini mesti menjadi musuh bersama yang harus dijauhi, agar virus ini tidak ada tempat untuk berkembang biak.

Hanya saja masih ada juga yang mengambil kesempatan dalam aksi kemanusiaan, melawan Covid-19 ini. Masih terdengar berita, ada bantuan masker yang bertuliskan nama bakal calon kepala daerah, ada bantuan beras yang karungnya dan plastiknya bergambar foto bakal calon kepala daerah, ada bantuan disinfektan, yang dibotolnya, ada foto bakal calon kepala daerah, ada bantuan gula pasir yang di kantong plastiknya tergambar bakal calon kepala daerah.

Budaya malu dan etika dalam politik kita seakan sudah tidak ada. Kita sudah tidak bisa lagi membedakan antara panggung politik dan panggung duka. Dunia sedang berduka, termasuk kita, karena serangan virus corona yang mematikan. Tetapi dalam kedukaan ini, masih ada juga yang memanfaatkan kesempatan untuk menjadikan persoalan bersama ini menjadi ladang kampanye untuk kepentingan pribadi.

Para bakal calon, janganlah menjadikan petaka virus corona ini, panggung kampanye politik. Mari jadikan panggung demokrasi sebagai ajang politik yang beretika, bermartabat dan penuh kehormatan tanpa harus menunggangi kedukaan yang kita alami saat ini.

Mari bedakan antara panggung duka dan panggung politik, bedakan juga aksi bersama dan kepentingan pribadi.

Salam sehat, salam sadar dan salam beretika.

“Harta paling besar yang dimiliki oleh seorang politisi adalah kejujuran”

 

Oleh: Aldy Ndolu, Warga Kota Kupang, NTT

Komentar

Jangan Lewatkan