oleh

Terima kasih, Bapak Ande Manuk

-Kolom-378 views

SEJARAH politik Lembata sejak awal menjadi daerah otonom baru pada 12 Oktober 1999 mencatat baik nama Drs Andreas Duli Manuk. Nama ini sangat familiar di telinga saya saat tinggal di Lewoleba tahun 1987-1990 melanjutkan studi. Selain Ande Manuk, nama lain yang tak kalah seksi adalah Petrus Boliona Keraf, politisi kawakan. Piter pernah menyumbang uang untuk Gereja Stasi Santu Joseph Boto saat berdua dosen FT Unika Widya Mandira Kupang, Pak Ir Rikardus Daton Klobor, MTA, dari seksi usaha dana menyambangi rumah Pieter di Kupang tahun 1992.

Ande Manuk dan Piter Keraf adalah dua nama yang sangat familiar dalam dinamika politik lokal di awal Lembata menjadi kabupaten definitif. Piter menjadi Penjabat Bupati Lembata pertama setelah dari Gedung DPR/MPR RI Senayan, sebagai putera Lembata ia mengawal proses politik pengesahan daerah otonom baru kala itu, termasuk Lembata. Sedang Ande Manuk dengan segudang pengalaman sebagai mantan birokrat dan politisi yang sangat piawai, dengan mudah menyesuaikan langgam politiknya di lewotana, leu awuk. Karena itu, ia menjadi Bupati Definitif Pertama Lembata bersama Wakil Bupati Ir Felix Kobun.

Ande Manuk Lahir di Lite Ulumado, 13 April 1940. Ande menikah dengan Margareta Hurek Manuk. Keduanya dikarunia putera-puteri: Melania Manuk, Theresia Abon Manuk, Wilhelmus Sodi Manuk, Anastasia Bunga Manuk, Rafael Berekeng Manuk, Oncu Ni Manuk. Nobe Manuk, salah seorang putera Ande Manuk, saya pernah bertemu di Kluang, kampung saya. Dalam sebuah acara di Hotel Sahid Jaya Jakarta, berdua Nobe masih ngobrol tentang Lembata, kabupaten yang pernah dipimpin selama dua periode oleh sang ayah, Ande Manuk.

Pada 22 Agustus 2007, Ande Manuk bertemu keluarga besar Lembata (KBL) Jakarta di Kasuari Room, Hotel Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Pertemuan digagas Ketua KBL Pieter Tedu Bataona. Pertemuan itu bertujuan mendengar langsung penjelasan Bupati Ande soal kebijakan investasi tambang di Puakoyong dan Leragere. Pertemuan berjalan panas. Ricuh meski sesudahnya kembali normal.

“Setahu saya bapa Ande Manuk adalah birokrat dan politisi luar biasa hebat. Lepas dari kekurangan sebagai manusia. Beliau bisa berteman baik dengan sesama politisi meski beda partai. Beliau mengirim banyak ASN kuliah kemudian menempati jabatan strategis di lingkup Pemerintahan Kabupaten Lembata. Banyak kalangan di Flores Timur mengenal baik bapa Ande. Apalagi beliau birokrat senior sebelum masuk dunia politik dan menjadi Ketua DPRD Flores Timur masa tugas 1996-2009,” kata Dion Ola Wutun, sahabat dan adik kelas di SMA Kawula Karya Lewoleba tahun 1988. Dion adalah ajudan Bupati Ande Manuk yang sudah dianggap Ande dan ibu Margareta seperti anaknya.

Hari ini, Senin, 12 Oktober 2020, Lembata merayakan Hari Ulang Tahun ke-21 Otonomi Lembata. Hari-hari ini, Drs Andreas Duli Manuk (80) barangkali didampingi isteri terkasih, mama Margaretha Manuk. Tubuh bapa Ande Manuk tentu sudah sepuh. Bisa saja waktunya lebih banyak di atas tempat tidur. Mata dan hati ata ribu tentu fokus pada HUT ke-21. Bisa saja mata dan hati tidak ke Ande Manuk, orang nomor 1 Lembata yang memimpin lewotana, leu awuq ini dua periode. Terima kasih, Bapak Ande Manuk. Terima kasih, mama Margareta Manuk. Pengabdianmu untuk Lembata sungguh luar biasa. Semoga bapak Ande Manuk dan ibu tetap sehat walafiat. Tuhan berkati.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-21 Otonomi Lembata Tahun 2020. Doa dan salamku dari rantau untuk ribu ratu. Salam Membangun Tanpa Sekat.

 

Jakarta, 12 Oktober 2020
Oleh: Ansel Deri

Komentar

Jangan Lewatkan