oleh

Bagaimana Menciptakan Kreativitas Pribadi?

-Kolom-355 views

Oleh: Vincent Gaspersz

KREATIVITAS bukan sekedar diucapkan dalam berbagai pidato atau kuliah, atau ditulis dalam berbagai tulisan, tetapi ia harus dipraktekkan menggunakan sejumlah langkah sistematik.

Paul Sloane dalam bukunya berjudul: The Innovative Leader yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memuat secara singkat dan mudah dipraktekkan tentang 90 kiat jitu untuk memicu dan memacu kreativitas Team (Together Everyone Achieves More) maupun Kreaktivitas Pribadi.

Terdapat 15 langkah sistematik untuk menciptakan Kreativitas Pribadi, yang akan dibahas secara berseri. Seri pertama akan dikemukakan 3 langkah utama dalam menumbuhkembangkan KREATIVITAS PRIBADI. 15 points penting atau Langkah penting itu akan dibahas dalam lima seri tulisan.

1. Cermati Asumsi Yang Ada Dengan Seksama

Dalam kehidupan nyata setiap manusia selalu berasumsi, misalnya: kita berasumsi bahwa sopir taksi/go car tahu jalan dan bisa mengendarai mobil, kita berasumsi bahwa juru masak di restoran tempat kita makan tidak akan meracuni kita.

Bagaimanapun seringkali asumsi kita bisa juga menyesatkan, misalnya: Kita tidak akan menaikkan harga produk (barang dan/atau jasa), karena akan kalah bersaing; padahal dalam IDUKA, jika kita TIDAK berani menawarkan harga mahal (tinggi) pihak IDUKA bisa berasumsi bahwa kita tidak berkualitas. Asumsi lain yang menyesatkan misalnya: Tidak seharusnya kita melakukan berbagai eksperimen yang berakhir dengan kegagalan, padahal semua SUCCESS biasanya baru dicapai melalui serangkaian kegagalan.

Asumsi lain kita seharusnya tidak melakukan investasi otak (mengikuti pelatihan, sertifikasi, membeli buku-buku, modules, dll) berbiaya mahal karena anggaran untuk kebutuhan hidup (perut) sangat terbatas, padahal justru melalui investasi otak, maka kita akan lebih berkualitas dan memiliki daya saing untuk meminta upah dan gaji yang lebih tinggi atau lebih mahal.

Mengingat pentingnya Asumsi ini, maka kita pertama kali harus mencermati asumsi kita secara seksama, apakah asumsi itu benar atau menyesatkan? Ini Langkah pertama menumbuhkembangkan KREATIVITAS PRIBADI. Jeff Bezos pemilik Amazon, orang terkaya kedua di dunia setelah Elon Mask menentang asumsi bahwa customer senang melihat buku-buku yang ada di toko buku sebelum membelinya. Dan Amazon berhasil mengeliminasi Asumsi yang menyesatkan ini.

2. Mengajukan Pertanyaan

Ketika masa kanak-kanak, banyak anak-anak selalu bertanya, karena mereka ingin tahu segala sesuatu yang berada di sekelilingnya. Namun semakin bertambah usia, hal ini yang menunjukkan KREATIVITAS PRIBADI menjadi memudar, karena berbagai faktor larangan dari pihak orang tua di rumah, larangan dari guru di sekolah, atau lainnya, telah menimbulkan ketakutan pada diri mereka, sehingga mereka yang selalu bertanya itu menjadi pendiam atau menerima segala sesuatu apa adanya dan cenderung mengikuti arus saja. Inilah Langkah kedua yang mematikan KREATIVITAS PRIBADI. Itulah alasan mereka yang berani melawan arus akan mampu menumbuhkembangkan KREATIVITAS PRIBADI.

3. Keluarlah dari Zona Nyaman Kita

Jika kita ingin bertualang dengan pemikiran kita, maka bertualanglah dengan aktivitas kita. Doronglah diri kita untuk keluar dari rutinitas harian kita, dan mencoba melakukan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Seringkali kita takut mencoba atau melakukan hal-hal baru, karena kita berlindung di balik motto kita: “Pola kerja yang ada pada saat ini adalah yang terbaik”, “Fokus saja pada apa yang menjadi kekuatan kita, dan jangan mencoba pada kelemahan kita”, dan lain-lain. Menurut Paul Sloane berbagai motto atau alasan-alasan ini yang menghambat KREATIVITAS PRIBADI kita.

Demikian untuk sementara tiga hal utama yang menjadi pemicu atau penghambat KREATIVITAS PRIBADI kita, tergantung pada sudut pandang atau persepsi diri kita sendiri. (Bersambung ke Seri 2).

Komentar

Jangan Lewatkan