oleh

BKH Lukai Hati Orang NTT

-Kolom-26.319 views

Politikus Partai Demokrat dari dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) 2 mencakup Flores, Lembata dan Alor, Benny Kabur Harman (BKH) telah merespons eforia dan antusiasme rakyat NTT dalam menyambut kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke NTT, Selasa 23 Pebruari 2021 untuk meresmikan Food Estste di SumbaTengah dan Bendungan Napun Gete di Sikka Flores dengan sebuah statement yang terkesan nyinyir sekaligus melukai hati dan perasaan rakyat NTT yang mencintai Jokowi.

BKH dengan gamblang mencoba menyejajarkan penyambutan spontan masyarakat NTT tersebut dengan peristiwa penyambutan Risieq Shihab. Itu sungguh naif dan cari panggung saja. Dengan pernyataan ini, entah disadari atau tidak, BKH telah membangun rasa permusuhan dan kebencian rakyat yang diwakilinya dengan dirinya sendiri.

Sudah sejak awal tampilnya Jokowi dalan panggung kekuasaan nasional, BKH sering mengeluarkan berbagai pernyataan kontroversial remeh temeh. Publik masih ingat ketika BKH dengan sembrono mengatakan agar foto presiden kepala negara digantung saja di pohon pohon dalam lingkungan DPR RI Senayan.

Segala pernyataan miring BKH terhadap Jokowi sungguh berbanding terbalik dengan dukungan dan kecintaan masyarakat NTT pada Jokowi. Terbukti dalam hasil Pilpres 2019 kemarin.

Selasa, 23 Pebruari 2021, Masyarakat NTT di Sumba Tengah dan Maumere tergerak secara spontan karena cinta menyambut kedatangan Jokowi. Tanpa interes dan agenda politik. Tanpa rekayasa, mobilisasi, nasi bungkus dan recehan uang transport. Atas sambutan rakyat tersebut, Jokowi sungguh terharu lalu menampilkan dirinya secara terbuka sembari mengingatkan warga agar menggunakan masker dan menjaga jarak.

Seorang netizen di Maumere menulis di wall media sosial…kami masyarakat Sikka tumpah ruah turun ke jalan karena mencintai Presiden kami, jadi jangan disamakan dgn kerumunan Rizieq….

Bertyn De, warga Maumere mengungkapkan betapa sukacita mendalam muncul dalam hati sanubari rakyat Maumere hanya dengan sekedar melihat sekilas wajah Jokowi secara langsung…

Stefanus Nobertus, warga Maumere menyaksikan beberapa mamatua di pinggir jalan menanti dengan rombongan kendaraan Jokowi menuju Bendungan Napun Gete dengan linangan air mata sambil khusuk berdoa …Tuhan Yesus jaga Jokowi…Bapatua orang baik…

Begitu cintanya rakyat di Sumba kepada Jokowi sampai muncul keberanian mama mama di jalan untuk menerjang hingga terjatuh pengawal paspampres bersenjata demi menggapai Jokowi di dalam kendaraan.

BKH Sudah Bikin Apa?

Atas pernyataan nyinyir BKH tersebut, muncul pertanyaan balik tentang peran dan kontribusi BKH untuk NTT atau dapil yang diwakili dirinya.

Selama ini publik mencatat BKH lebih sebagai speaker Cikeas, pembela Nazarudin dan sebagainya. Ke mana BKH ketika lahan rakyat di Labuhan Bajo diserbu investor besar? Di mana BKH ketika banyak orang orang NTT jadi korban Human Trafficking dan pulang dalam peti jenasah? Apa sikap BKH terkait posisi NTT sebagai provinsi paling korup? Apa peran BKH dalam kasus Tibo, Sigi, Yogyakarta, Batam, Cibubur? dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Stop Retorika

Rakyat NTT saat ini sudah tidak butuh representan nyinyir. Orang NTT sekarang ini butuh wakil di Senayan yang jago politik anggaran, produktif dan konkret sehingga menghasilkan percepatan pembangunan infrastruktur, penanganan pandemi Covid, bantuan peningkatan kualitas pertanian dan peternakan serta perikanan, bantuan infrastruktur informasi dan telekomunikasi, dan lain sebagainya. Cukup sudah goreng menggoreng itu kraeng.

 

Oleh: Didinong Say

Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial Politik

Komentar

Jangan Lewatkan