oleh

Memahami HAM Secara Singkat

-Kolom-181 views

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah rujukan dan cara untuk mengingatkan dan menegaskan bahwa setiap manusia, baik sendiri-sendiri, maupun bersama-sama, memiliki martabat untuk dihormati dan harus dijamin untuk mengembangkan dirinya.

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM)  menyebutkan “Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan”.

Karakter dasar dari HAM:

  1. Fokus pada martabat manusia
  2. Belaku universal kepada siapapun. Terlebih pada yang rentan, lemah, kurang paham informasi dan kurang akses mendapatkan perlindungan hak dan keadilan
  3. Melindungi setiap orang, baik sendiri-sendiri maupun secara bersama
  4. Menempatkan negara dan aparatnya sebagai pemangku kewajiban penghormatan, pemenuhan, perlindungan HAM
  5. Tidak dapat dicabut dan diambil, terlebih secara sewenang-wenang
  6. Setiap hak saling terkait dan saling menguatkan

Karakter di atas berlaku di Indonesia. Bahkan disebutkan bahwa HAM merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng. Oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun (UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM).

Jika setiap orang yang menjadi pemilik hak, maka Negara menjadi pemilik kewajiban dalam konteks HAM. Ada tiga jenis kewajiban negara yaitu: menghormati, melindungi, dan memenuhi.

Apa saja arti dari ketiga kewajiban ini?

Menghormati, negara wajib mengakui hak asasi setiap orang dan tidak mengganggu setiap orang untuk menikmati hak itu.

Melindungi, negara wajib (bertindak) melindungi hak setiap orang dari ancaman pelanggaran hak asasi yang bisa dilakukan oleh siapa pun. Misalnya melindungi anggota masyarakat yang digusur akibat pengembangan perusahaan perumahan, memastikan keamanan seseorang yang terancam menjadi korban kekerasan.

Memenuhi, negara wajib menjamin terpenuhinya hak setiap orang baik dalam jaminan hukum. Hal ini dituangkan dalam peraturan perudang-undangan. Misalnya membuat peraturan yang menjamin hak atas air bagi semua orang.

Menyediakan kebutuhan dan fasilitas untuk terpenuhinya HAM. Misalnya menyediakan informasi atau lembaga pemasyarakatan dan pengadilan yang bisa diakses oleh setiap anggota masyarakat.

Dalam hak asasi tidak lagi dipisah-pisah antara hak sipil dan hak ekonomi. Begitu juga antara hak sosial dengan hak politik. Semua rangkaian hak asasi adalah satu kesatuan, tidak terpisahkan, demi satu tujuan kehormatan setiap manusia.

Demikian pula dengan negara, kewajibannya bukan diatur berdasarkan jenis hak, melainkan berdasarkan tugasnya, membuat aturan, melindungi, memenuhi kebutuhan masyarakat. (KontraS)

Komentar

Jangan Lewatkan