oleh

Mengapa Organisasi dan/atau Orang Sulit Berubah?

-Kolom-370 views

Oleh: Vincent Gaspersz

Semua orang pada dasarnya ingin lebih baik dan SETUJU dengan prinsip PRODUKTIVITAS, KUALITAS, GROWTH Mindset, System Thinking, dst. Misalnya: Hari ini harus LEBIH BAIK dari kemarin, dan hari esok harus LEBIH BAIK dari hari ini (Productivity and Quality Principle)! Tetapi mengapa dalam tataran PRAKTEK mereka SULIT untuk menerapkan prinsip yang TELAH disetujui itu? Dalam bahasa awam mengapa orang TIDAK MAU berubah? Sehingga agen-agen perubahan atau orang-orang yang menginginkan perubahan itu menjadi STRESS dan FRUSTRASI?

Demikian pula mengapa mereka selalu ingin berada dalam Zona Nyaman (Comfort Zone)?

Berdasarkan pengalaman saya sejak mengikuti pendidikan, bekerja dalam posisi manajemen, konsultan dalam bidang Desain dan Implementasi Sistem Manajemen Kinerja sejak 1991 sampai sekarang, maka pernyataan orang TIDAK MAU berubah mungkin perlu diubah menjadi orang TIDAK SANGGUP berubah!

Diagram berikut akan mampu menjelaskan mengapa orang-orang TIDAK SANGGUP berpindah dari Daerah NOL (Work-as-usual) ke Daerah SATU, DUA, TIGA dan EMPAT?

Perhatikan diagram, agar kita MAMPU berpindah dari Daerah NOL (work-as-usual) ke Daerah SATU, jelas-jelas akan ada tambahan beban kerja berupa menata kembali kehidupan bekerja kita (atau kehidupan belajar kita, sebagai pembelajar seumur hidup) melalui mendesain ulang sistem bekerja (atau sistem pembelajaran), dll. Beban kerja tambahan ini bisa meningkat 100 persen, sehingga jelas bagi orang-orang tersebut akan berkeberatan kecuali ada INSENTIF tambahan luar biasa dan/atau menugaskan orang berdedikasi khusus (membebaskan dari pekerjaan utama) untuk melakukan perubahan sistem. Itulah alasan mengapa Self Determined Learning (Self Motivated Learning) HANYA diketahui saja dan TIDAK SANGGUP diterapkan oleh banyak orang?

Efektivitas dari sistem baru akan terlihat secara SIGNIFIKAN pada Daerah TIGA dan EMPAT, BUKAN pada Daerah SATU dan DUA!

Dengan demikian apabila kita melihat seseorang dan/atau organisasi itu SUCCESS, maka JANGAN melihat ke-SUKSES-annya (hasil akhir dalam Daerah EMPAT), TETAPI kita harus melihat dan belajar mengapa orang dan/atau organisasi itu SANGGUP melewati Daerah SATU dan DUA sehingga mencapai Daerah EMPAT (SUCCESS)? Mereka telah “berdarah-darah” dalam melewati Daerah SATU dan DUA itu, sebelum mencapai SUCCESS dalam Daerah EMPAT itu.

Mudah-mudahan informasi ini BISA menjadi bahan refleksi bagi mereka yang sedang menuju Daerah EMPAT (SUCCESS) baik bagi perorangan maupun organisasi yang saat ini mungkin sedang STRESS dan FRUSTRASI!

Untuk mencapai Daerah EMPAT (SUCCESS) memang perlu Knowledge, Skills, dan ATTITUDE Unggul (Luar Biasa) untuk melewati Daerah SATU dan DUA, dan memang hanya SEDIKIT Orang dan/atau organisasi (kurang dari 1 persen) yang SANGGUP mencapai DAERAH EMPAT itu!

Demikian pula banyak orang menyatakan bahwa mereka memahami Systems Thinking, tetapi sesungguhnya hanya NATO saja mereka SANGGUP berubah, karena persyaratan utama Systems Thinking HARUS memiliki GROWTH Mindset dan jika menghadapi masalah HARUS siap menyatakan Aku Yang SALAH (MASALAH = Mengapa Aku SALAH?). Hanya NOL koma NOL Sekian persen saja orang yang memiliki mental juara (winner) yang berani menyalahkan diri sendiri atas ke-GAGAL-an mereka itu. Bukankah lebih nyaman NATO dan berada dalam COMFORT Zone, dan menyalahkan orang lain dan/atau lingkungan yang salah, atau yang mempengaruhi atas ke-GAGAL-an kita yang bermental pecundang itu? Atau bukankah lebih mudah menyatakan dan mencari-cari alasan pembenaran di luar diri kita sebagai penyebab atas ke-GAGAL-an kita itu sebagai tanda bahwa kita sedang berada dalam FEAR Zone?

Berdasarkan dua gambar atau bagan di atas, maka adalah mudah bagi Human Resources Development (HRD) dalam IDUKA (Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja) Global agar JANGAN merekrut orang-orang yang berada dalam COMFORT Zone dan/atau FEAR Zone yang ditandai dengan Selalu Menyalahkan Orang Lain dan/atau Lingkungan, Lack of Self Confidence, Selalu Mencari-cari Alasan Pembenaran di luar dirinya, dst. Karena HRD akan sangat sulit mengembangkan mereka yang berada dalam COMFORT Zone dan/atau FEAR Zone untuk maju bersama organisasi IDUKA yang terus-menerus berubah mencapai GROWTH Zone dan/atau GROWTH Mindset itu melalui Self Motivated Learning atau Self Determined Learning (selalu berada dalam Learning Zone). Karena orang-orang itu bukan saja TIDAK MAU tetapi TIDAK SANGGUP untuk berubah.

Indonesia (sebagai bangsa) TIDAK SANGGUP berubah. Tetapi secara individu PASTI ada orang-orang Indonesia unggul yang SANGGUP (memiliki kemampuan) untuk berubah.

 

Penulis adalah Lean Six Sigma Master Black Belt & Certified Management Systems Lead Specialist

Komentar

Jangan Lewatkan