oleh

Serikat Tani dan Warga Helong Tolak Pembangunan Bendungan Kolhua

-Lingkungan-1.036 views

RADARNTT, Kupang – Serikat Tani Kolhua dan Warga Etnis Helong menyatakan dengan tegas menolak pembangunan bendungan Kolhua yang jelas-jelas akan menghilangkan sumber penghidupan mereka berupa tanah lahan pertanian dan seluruh isinya.

Pernyataan sikap ini ditegaskan dalam deklarasi, pada Minggu 4 Juli 2021. Serikat Tani Kolhua dan seluruh etnis Helong yang tinggal di Kolhua, dalam rapat tersebut diwakili beberapa tokoh yang menyatakan sikap dalam sambutnya, yaitu:

Mantan Ketua Serikat Tani Kolhua (STK) Alexsius Bistolen mengatakan, sampai titik darah penghabisan rakyat Kolhua akan sekuat tenaga mempertahankan tanah leluhur Suku Helong.

Ketua STK terpilih Yosep Bistolen mengatakan, sejengkal tanahpun tidak akan kami berikan kepada pemerintah dan tolak bendungan Kolhua harga mati.

Perwakilan Serikat Tani Nasional Yosep Asafa menegaskan, tanah adalah kehidupan petani, tanpa tanah petani masyarakat tidak bisa hidup, “Kita akan terus berjuang dan mempertahankan kehidupan petani,”.tegasnya.

Sementara, Ibu Pendeta Emi Sehartian mengatakan, Kolhua adalah tanah perjanjian yang diberikan oleh Tuhan sehingga etnis Helong perlu menjaga dan merawat semua kekayaan alam yang sudah Tuhan beri karena Kolhua juga menjadi salah satu nadi dan komunitas suku Helong yang terbesar di Kota Kupang.

Maka kami Serikat Tani Kolhua dan Etnis Helong secara tegas mengatakan menolak proyek pembangunan bendungan Kolhua.

“Kami menolak mega proyek pembangunan Bendungan Kolhua, karena di atas tanah yang akan dibangun bendungan terdapat lahan produktif sawah, mata air, tanaman untuk pewarna kain adat, kuburan leluhur suku Helong, dan pemukiman warga etnis Helong,” demikian ditegaskan STK dalam pernyataan sikap yg diterima media ini.

Mereka juga menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya:

  1. Segera mencabut Perda Nusa Tenggara Timur Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Tata Ruang
  2. Meminta kepada Walikota Kupang, Gubernur NTT untuk menghapus rencana pembangunan Kolhua dari agenda atau program nasional.
  3. Menghentikan segala pemberitan dan sosialisasi terhadap bendungan Kolhua karena sangat mengganggu Serikat Tani Kolhua dan Etnis Helong Kolhua.

Demikian tututan dan pernyataan sikap  yang disampaikan STK dan Warga Etnis Helong yang mendiami Kolhua dalam deklarasi Minggu, (4/7/2021).

Diketahui sebelumnya, media Timor Expres melalui hasil wawancara dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahanan Rakyat Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 3 Juni 2021, pukul 10.30 Wita, Kepala Dinas mengatakan bahwa, pemerintah pusat melalui Dirjen Sumber Daya Alam Propinsi NTT sudah bertemu dengan Gubernur NTT dan secara tegas mengatakan pembangunan Bendungan Kolhua merupakan program nasional dan ini permintaan langsung dari Presiden karena NTT mendapat 8 bendungan yang salah satunya adalah Kolhua.

Untuk itu, melalui permintaan Presiden tersebut Gubernur NTT diminta untuk segera melaksanakan pembangunan pada tahun 2022 untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Kupang dan pariwisata buatan.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat telah bersurat ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor BU.600/04/PUPR/IV/2021 terkait dukungan rencana pembangunan bendungan Kolhua di Propinsi NTT, maksud dari rencana pembangunan bendungan untuk penyedian air bersih untuk warga Kota Kupang dan sekitarnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan