oleh

BNNP Bali Tangkap Jaringan Pengedar Narkoba Senilai 30 Juta

RADAR NTT, Denpasar – Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali pada, Selasa (10/11/2015)sekitar pukul 09. 30 pagi kemarin, mengungkap kasus jaringan peredaran narkoba jenis sabu sabu, dan ekstasi.

Kepala Badan Narkotika NasionalProvinsi Bali, Brigjen Pol. Drs. Putu Gede Suastawa, S.H pada saat press rilis di Kantor BNNP bali menjelaskan bahwa keberhasilan anggotanya dalam menggagalkan peredaran narkoba yan dilakukan oleh tiga kelompok jaringan pengedar narkoba ini berkat kerjasama pihak BNNP bali dengan organisasi Kepolisian.

“Ini berkat kerjsama kita(BNNP bali, red) dengan organisasi  kepolisian sehingga perkembangan dari jaringan jaringan pengedar narkoba ini kita mampu memeeting ke lokasi,” ujar putu Gede Suastawa kepada wartawan.

Kelima pelaku pengedar ini terdiri dari tiga kelompok jaringan pengedar yakni, Komang W alias Koming dan I Made SJ yang merupkana jaringan Denpasar-Gianyar, kemudian jaringan Probolinggo – Denpasar yakni Kemas
Faisal dan Eddy Hermawan, dan yang terakhir adalah jaringan Denpasar yakni David.

Kelima pelaku pengedar barang haram ini diciduk di TKP yang berbeda. Dari pengakuan pelaku terhadap petugas bahwa diantaramereka tidak saling kenal. “Antara jaringan yang satu tidak kenal dengan jaringan yang lain. Ini jaringan terputus biar hilang jejak dan biar informasinya terputus,” lanjut Putu Gede.

Penangkapan ketiga jaringan ini berawal dari informasi masyaraka bahwa akan ada pengiriman dan transaksi narkotika dari Mojokerto ke Bali pada Tanggal 9 November 2015. Dari informasi tersebut kemudian tim melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi yang akurat bahwa pelaku sudah menyeberangke bali memalui Jalur darat yakni pelabuhan Gilimanuk. Kemudian tim melakukan pemantuan di Terminal Ubung Denpasar daerah yang akan dijadikan transaksi mereka masuk ke kawasan hotel Pidada.

Sekitar pukul 20. 45 Wita, setelah tim mengantongi ciri ciri pelaku kemudian tim pemberantasan BNNP bali melakukan penangkapan terhadap Kemas Faisal dan Eddy.H di tempat parkiri sebuah hotel di seputar
terminal ubung. Dari tangan kelompok jaringan Mojokerto/Probolinggi-Denpasar ini, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa 1 buah plastik yang berisikan kristal bening yang diduga jenis bukan tanaman yang berupa shabu shabu (mhetaphetamine) dengat berat 90, 09 Gram bruto, 1 buah plastik bening ukuran sedang yang berisikan pil warna merah muda berlogo angsa sebanyak 50 butir dan jenis narkotika bukan tanaman berupa exctacy (amphetamine) dengan berat 17, 86 netto yang dibungkus dengan lakban hitam, 1 buah HP merk
samsung, 1 buah HP merek Nokia, 1 buah kartu pasor BCA, 1 unit mobil minibus merk Toyota Avansa dengan plat N 1167 RI yang digunakan pelaku.

Sementara penangkapan terhadap tersangka Komang W alias Koming dan Made J berawal ketika tim mendapat informasi dari Tokoh masyarakat Gianyar bahwa anak muda diwilayanya khususnya Desa Tegal Tugu, mejadi
korban penyalahgunaan narkoba. Dari info itu pin kemudian tim bergerak  cepat dan melakukan penyelidikan selama 14 hari.

Dari hasilpenyelidikan dan didapat informasi bahwa barang haram berupa narkoba tersebut disuplai dari Denpasar oleh sesorang yakni Komang W. Dan pada Tanggal 5 November 2015 sekitar pukul 23. 30 Wita di Desa Tegal Tugu, petugas. Melihat seseorang yang mencurigakan mengendari mobil suzuki Swift warna abu metalik dengan nopol DK 1711 UB diberhentikan oleh petugas. Namun hendak kabur, tidak mau kehilangan buruannya petugas  pun melakukan pengejaran. Rupanya keuntungan tidak berpihak kepada
pelaku karena ditangkap petugas.

Dari tangan pelaku, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa 3 paket shabu yang dibungkus dengan lakban hitam. Dari pengakuan tersangka komang W, dilakukan penagkapanterhadap Made J sebagai kurir. Made J diciduk di rumahnya Jalan Tukad Punggawa No 4 Banjar Kaja, Desa Serangan-Denpasar Selatan. Sejumlah barang bukti pun ditemukan dari kedua pelaku yakni 1 plastik besar berisi shabu, 10 plastik kecil bersisi masing masing 10 butir exctacy,
1 unit timbangan digital merk camry, 1 unit timbangan digital merkidealife, dan banyak bb lainnya.Sementara yang terakhir adalah tersangka David. Pria yangmerupakan risidivid ini ditangkap di Jalan Jaya Giri Denpasar Timur. Pri yang pernah dipenjara selama 7 bulan karena khasus yang sama yakni
mengedarkan narkoba.

Dari kelima pelaku ini ada 2 orang yang merupakan residivis yakni Komang W dan David. Komang W pernah dipenjara 4 tahun 7 bulang di LP Kerobokan. Dan baru dibebaskan beberapa bulan lalu. Menariknya dariu
pengakuan komang w, bahwa saat di LP dia tetap melakukan bisnis barang  aram tersebut. Dan dalam menjalankan bisnisnya di LP Kerobokan Denpasar, tidak adanya kendala. Karena tidak ada pengawasan yang ketat  dari petugas lapas. Saat ditanya apakah ada keterlibatan petugas LP yang membantu untuk melancarkan bisnis haramnya, residivis ini hanya teresnyum. Namun dia mengaku selama dia dibui bisnisnya di LP
kerobokan Denpasar lencar lancar saja. Sementara itu, kepala BNNP bali meminta wartawan agar menanyakan ke pihak Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Denpasar tentang mengapa bisa terjadi bisnis narkoba di dalam LP.  “Coba teman teman (wartawan, red) tanyakan itu ke LP, mengapa kok bisa bisnis narkoba di LP? Silakan ta  a menambahkan bahwa total barang bukti yang  disita petugas mencapai
300 juta rupiah. (*rio/rn)

Komentar