oleh

Polda Bali Tindak Tegas Moge Yang Melakukan Pelanggaran

Spread the love

RADAR NTT, Denpasar – Polda Bali aka mengambil tindakn terhadap rombongan touring moge yang melakukan sejumlah pelanggaran lalu lintas. Hal tersebut disampaiakan oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto pada, Senin (09/11/2015) di Polda Bali kemarin.  “kalau memang ada pelanggaran yang dilakukan oleh moter gede atau motor besar, kita tetap akan melakukan penindakan,” ujar perwira dengan 3 melati di pundak ini. “kalau ada pelanggaran pasti kita akan tindaki. Tetapi saya ga tahu apakah ada pelanggaran karena kita belum punya data. Kalau saya bilang ada tetapi tidak ada, dan saya bilang tidak ada tetapi ada, nanti kita lihat data dululah,” sambung kombes Hery.

Lebih lanjut mantan Kabid Humas Polda Bengkulu ini mengaku  iven apa saja baik itu sepak bola, moge, dan lain lain pasti ada saja orang orang (masyarakat, red) yang merasa terganggu. “Iven apa saja, mau sepak bola, mau harley, mau apa ke pasti ada saja yang yang merasa tergangguTetapi masyarakat juga tidak terlalu terganggu dengan kegitan tersebut. karena ini juga kegiatan masyarakat yang harus kita ikuti. Karena ini komunitas ini. Sama dengan sepak bola,” bela Kombes Hery.

Sementara, kata dia, pihaknya tidak bisa menolak kegiatan seperti ini. Polisi hanya mengatur saja meskipun ada saja orang orang tertentu yang melanggar. Perwira asal Jogja JawaTengah ini juga mengaku bahwa iven moge yang dipusatkan di bali ini sudah mengantongi ijin resmi dari kepolisian daerah bali dan sudah melalui rapat tingkat pejabat utama di polda bali beberapa waktu lalu. “ada yang sudah memaparkan kegiatan kegiatannya dan kita sudah megatur. Misalnya acaranya apa dandi mana. Kalau mau konvo harus pake group janga sekalian biar ga macet. Kalau engga kan berapa itu mau hampir dua ribu itu. Kalau sekalian pasti panjang ding dan macet,” sambung Hery.

Dijelaskan hery bahwa pada perinsipnya secara organisasi, moge ini mentaati aturan namun ada saja orang orang yang melanggar aturan.  Untuk itu polda bali menghimbau kepada moge agar taati aturan lalulintas, jangan berbuat arogansi, dan hormati para pengendara yang lain.

 Kegiatan Harley yang dipusatkan di Bali yang diikutu oleh ang beberapa Gropu harley atau Motor Gede atau yang biasa disebut moge seperti dari HOG (Harley Owner Group)dan HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) mendapat keceman dari sebagian masyarkan bali. Pasalnya, konvoi  moge tersebut dituding masyarak melakukan pelanggaran.

Seperti yang terlihat pada sebuah video yang diposting pada Tanggal * Novemebr 2015 oleh salah satu warga nampak konvoi rombongan pengendara motor besar yang menghalangi mobil ambulance yang tengah mengangkut pasien di Gianyar, Bali, bberapa waktu lalu beredar di media sosial menuai reaksi dan berbagai kecaman dari masyarakat.

Dalam video berdurasi 16 detik yang beredar luas di jejaring sosial, rombongan turing pengendara sepeda motor besar atau moge menghalangi ambulance yang tengah melintas. Sopir ambulance beberapa kali menyalakan klakson meminta jalan, namun tidak dihiraukan pengendara moge. Ironisnya, saat itu seorang pasien tengah kritis dibawa ke rumah sakit.

Selain itu, Aksi para Moge itu masuk ke Jalan Tol Bali Mandara dengan menggunakan jalur mobil pada Sabtu (6/11) sore sekitar pukul 17.00 Wita.

Ulah para Moge itu sempat direkam warga Bali yang sedikit kesal saat memasuki jalur mobil di Tol Bali Mandara. Dampaknya, tol kebanggaan masyarakat Bali itu sempat dibuat macet oleh ulah para Moge.

Saksi Yudha Suparsana yang sempat merekam aksi pelanggaran itu. Saat itu dirinya bersama beberapa orang lainnya sedang dalam perjalanan dari Denpasar-Nusa Dua  dengan melewati jalur Tol Bali Mandara dengan menggunakan mobil. Saat berada di tengah tol itulah, ia melihat beberapa Moge kebut melalui jalur mobil.

“Saya merekam moment itu. Kemudian saya upload ke facebook. Dan dalam sekejap, langsung direspon oleh sekitar 300 orang. Saat ini mungkin sudah lebih. Semua facebooker berkomentar tetapi isinya menghujat aksi para Moge itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu pagi (8/11). (* rio/rn)

Komentar