oleh

5 WNI Dideportasi Dari Turki Diamankan Polda Bali, Diduga Jaringan ISIS

RADAR NTT, Denpasar – Petugas Imigrasi Bandara Ngurah Rai berhasil mengamankan lima orang Warga Negara Indonesia (WNA) yang dideportasi dari Istambul, Turki, beberapa waktu lalu. Kelima WNI yang terduga bagian dari jaringan ISIS ini begitu tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Tuban Bali pada, Selasa (24/1) sekitar pukul 22.15 wita,  langsung dicokok pihak Imigrasi Ngurah Rai.

Ada pun identitas kelima terduga jaringan ISIS ini yakni, berinisial TUAB (pria), Nur AZ (perempuan), Nur Ch (perempuan) dan dua pria lagi berinisial Muh.UA dan Muh.US. Kelima warga negara yang berasal dari Cilincing, Jakarta Utara, diduga ada upaya untuk gabung kedalam organisasi radikal ISIS. Saat ini kelima terduga pelaku diamankan di Mapolda Bali untuk dimintai keterangan.

Dari informasi yang dihimpun, keronologi penankapan WNI ini, kelima terduga jaringan ISIS ini berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menggunakan Pesawat Garuda Indonesia menuju Thailand pada 15 Agustus 2016 lal. Sampai di Thailand mereka menghubungi AY (panitia yang memberangkatkan) memberi tahu bila sudah sampai di Turki segera hubungin A alias AJ (panitia yang mengakomodir di Turki). Namun,  DN menyarankan untuk ke Thailand terlebih dahulu dikarenakan DN seorang aktifis FPI dan ditakutkan terdeteksi apabila langsung ke Turki.
Selanjutnya dari Thailand menuju Istanbul Turkey dengan menggunakan maskapai Turkey Airlines.  Setibanya di Turkey di jemput oleh  IB suruhan dari A alias AJ kemudian diarahkan untuk bertemu orang indonesia bernama UU , AM , AL ( NSR ) dari Lamongan.  Nbl dan UA , tinggal selama 3 bulan dan  diberikan
fasilitas dari AY (orang Turki). Putusan dari A alias AJ , utk keberangkatan semua di atur oleh DN dan dana dari TR sendiri  (DN dibiayai Tr).

Selama di istanbul yang mengarahkan yakni panitia di Turki atas nama A alias AJ orang Indonesia yang berada di Istanbul. Yang bersangkutan tertangkap pada 16 Januari 2017 pukul 03.00 sore waktu setempat (Turki di safe House. Penangkapan di lakukan oleh tentara Turki sekitar 20 orang. Setelah penggerebekan di bawa ke rumah sakit oleh aparat setempat untuk dicek kesehatan dan kemudian di bawa ke kantor polisi setempat lalu dimasukan ke dalam satu sel selama satu minggu .

Mereka dideportasi dari kantor polisi setempat dengan biaya pulang ke indonesia biaya sendiri  melalui rute Istanbul – Dubai – Denpasar  dengan menggunakan pesawat Emirates Airlines EK-398. Saat tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali  5 ( lima ) orang WNI  langsung diamankan oleh pertgas imigrasi pada, Selasa (24/1) sekitar pukul 22.15 wita. Sekrang terduga jaringan ISIS ini sedang diamankan di Polda Bali.

Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, yang dikonfirmasi, membenarkan adanya 5 orang WNI yang dideportasi dari Turki dan diduga kuat telah terindikasi terlibat jaringan ISIS. Karenanya, guna mencegah adanya WNI lain yang terlibat jaringan ISIS. Sehingga perlu adanya memperketat akses pekerja ke luar negeri tanpa ada sponsor yang jelas. “Iya, memang benar ada WNI yg sedang diperiksa terkait deportasi dari Turki. Sekarang sedang dirapatkan dan belum selesai. Nanti lebih jelasnya pasti kita sampaikan,” ujar Hengky pada, Rabu (25/1) di Denpasar melalui pesan singkat via WA. (Rio/RN)

 

Komentar