oleh

Bony Hargens: Calon Gubernur NTT Adalah Wajah Lama Yang Membosankan

radarntt.co, Denpasar – Pengamat politik Bony Hargens menilai figur figur yang mencalonkan diri sebagai Gubernur NTT 2018 mendatang adalah wajah lama yang sangat membosankan untuk dipertonton.

Menurutnya, tidak ada harapan yang menarik dari figur lama yang maju untuk membawa perubahan bagi NTT. “masyarakat seperti memberi drama yang membosankan (dalam proses pemilihan gubernur NTT yang akan datang, red),” ujar Bony Hargens saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada, Sabtu (20/05/2017).

Menurutnya, saat ini masyarakat NTT bosan dengan wajah-wajah lama. Karena sebetulnya masyarakat NTT sangat merindukan sosok pemerintah yang tegas, bersih, jujur, dan keras sehingga bisa membawa perubahan bagi provinsi NTT.

“Wajah-wajah lama yang mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur NTT  pasti mereka juga menggunakan jargon jargon yang sama yaitu, pemimpin yang bersih padahal mereka (calon gubernur, red) diproduksi dari partai yang korup,” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi aspirasi simpatisan dari masyarakat NTT yang menghendaki dirinya menjadi Gubernur NTT, Bony menilai bahwa sesunguhnya itu merupakan kerinduan masyarakat NTT akan pemimpin yang bersih, tegas, jujur, dan keras.

“Masyarakat sesungguhnya bosan dengan wajah-wajah lama. Dan mereka melihat tidak ada harapan. Karena itu mereka merindukan pemimpin dari pengamat politik yang jujur, bersih, dan keras. Soal saya maju atau tidak itu urusan personal,” ujarnya. Bony Hargen.

Menurutya, masyarakat bosan dengan wajah wajah lama karena selalu diproduksi dari partai yang korup dan tidak fokus untuk berjuang memajukan NTT.

“Saya sendiri agak bosan dengan wajah-wajah lama. Mereka menilai masyarakat NTT itu bodoh makanya mereka selalu menggunakan jargo jargon yang sama seperti pemerintahan yang bersih tetapi faktanya korup,” ujarnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat NTT bahwa masyarakat mempunyai hak untuk memilih atau tidak akan wajah- wajah lama tersebut yang tidak ada harapan untuk memajukan NTT. “Kalau memang masyarakat melihat ada harapan pada wajah wajah lama ya silakan memilih tapi kalau tidak ya masyarakat punya hak untuk tidak memilih,” ujarnya. (Rio)

Foto : Istimewa

Komentar