oleh

Mendikbud Undang PENA NTT ke Jakarta

RADARNTT, Denpasar – Setelah 4 utusan kementerian tidak mampu memenuhi tuntutan Perhimpunan Jurnalis NTT (PENA NTT), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy mengundang PENA NTT ke Jakarta untuk berdialog langsung dengannya  tidak saja untuk mengklarifikasi pernyataan yang memicu kegaduhan beberapa hari terakhir, namun juga untuk membahas masalah pendidikan di NTT.

Hal tersebut disampaikan menteri setelah melakukan komunikasi melalui via telepon dengan PENA NTT pada, Jumat (8/12/217).  “Bisa gak PENA NTT atau perwakilannya dari Denpasar ketemu saya di Jakarta?” Pinta Muhadjir melalui percakapan saluran telepon dengan Sekretaris PENA NTT, Apollonaris Daton, di Denpasar.

Undangan Mendikbud ini, langsung direspons Apollo bersama jurnalis lainnya yang tergabung dalam PENA NTT, yang kebetulan sedang menggelar rapat evaluasi terkait pertemuan dengan tim Kemendikbud yang berakhir deadlock sehari sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PENA NTT, Emanuel Dewata Oja menjelaskan bahwa  undangan Mendikbud ini penting untuk direspons untuk mencari solusi atas kegaduhan yang sedang terjadi. Selain untuk menyelesaikan kegaduhan selama beberapa hari terakhir, pertemuan langsung dengan Mendikbud diharapkan menjadi momentum untuk membahas masalah pendidikan di NTT secara menyeluruh.

“Kita perlu merespons undangan ini secara positif. Kegaduhan soal statemen Pak Menteri, harus diakhiri oleh Pak Menteri sendiri. Namun lebih dari itu, pertemuan dengan Pak Menteri tentu penting dalam rangka membahas masalah pendidikan di NTT,” ujar Emanuel.

Namun, kata dia, pertemuan dengan Mendikbud tersebut baru dapat dilakukan setelah pertemuan lanjutan dengan tim Kemendikbud, pada Selasa (12/12/2017) mendatang dengan agenda menyerahkan transkrip percakapan.

“Undangan Pak Menteri itu penting direspons, tetapi jauh lebih penting adalah tuntutan PENA NTT terkait rekaman dan transkrip utuh pernyataan Mendikbud, sebagaimana dijanjikan tim Kemendikbud. Setelah itu clear, baru kita bertemu Mendikbud,” ujarnya.

Hal tak jauh berbeda disampaikan Ambros Boli Berani, salah satu anggota PENA NTT. Menurut dia, pertemuan antara PENA NTT dengan Tim Kemendikbud semalam berakhir deadlock.

Salah satu tuntutan PENA NTT dalam pertemuan tersebut adalah, tim Kemendikbud harus membuka rekaman dan transkrip utuh statemen Mendikbud, yang diklaim tim Kemendikbud berbeda dengan kutipan dalam berita yang ditulis wartawan Jawa Pos pada tanggal 4 Desember 2017.

“Kita akan penuhi undangan Pak Menteri ke Jakarta, setelah dalam rapat lanjutan hari Selasa nanti, tim Kemendikbud membuka rekaman dan transkrip statemen Mendikbud,” ujar Ambros.

Menariknya, rencana untuk memenuhi undangan menteri ke Jakarta, PENA NTT sepakat untuk mengenakan kostum adat dari masing – masing budaya di NTT. (Rio/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan