oleh

Matim Dapat Bantuan Program Desa Terang dari Presiden Jokowi

RADARNTT, Matim –  Kabupaten Manggarai Timur (Matim) merupakan salah satu kabupaten yang mendapat Program Indonesia terang dari Presiden RI Joko Widodo.

Program ini disalurkan melalui Gerakan Layan Tani Indonesia (GLTI) kepada Kabupaten tertinggal seluruh Indonesia.

Kordinator Gerakan Layan Tani Indonesia Ibu Sri kepada radarNTT, di Kantor Bupati Manggarai Timur. Rabu, (30/1) siang mengatakan pihaknya secara resmi sudah menyampaikan kepada Bupati Manggarai Timur bahwa Matim merupakan salah satu kabupaten yang mendapat program tersebut.

“Gerakan Layan Tani Indonesia (GLTI)

Sebagai kelompok yang dipercayakan memiliki cita-cita besar agar Manggarai Timur bisa keluar dari kegelapan”, tutur Sri.

Dia mengatakan saat ini ada beberapa orang yang bekerja suka rela dan bergerak di Desa yang dianggap tertinggal untuk mengumpulkan semua KTP dari warga.

“Rencanya bulan Februari akan dilakukan launcing perdana setelah beberapa desa sudah dipasang dan menyala.  Program Indonesia terang ini, merupakan salah satu upaya dalam memangkas kemiskinan, menaikan taraf hidup petani dan nelayan di wilayah pedesaan yang belum terjangkau jaringan listrik”, kata Sri.

Sementara Bupati Matim Agas Andreas melalui Kepala Bagian Humas dan Protokel Bony Sai di Kantor Bupati usai menerima kehadiran Kordinator GLTI mengatakan Bupati sudah menyampaikan kepada GLTI sangat menyambut baik program Indonesia terang tersebut, apalagi Manggarai Timur saat ini belum mencapai 50 persen listrik masuk Desa.

Bupati Agas kata Bony dihadapan GLTI mengatakan yang berhak mendapat bantuan penerangan diutamakan warga yang belum mendapat penerangan listrik, selain itu warga butuh bukti bukan hanya rencana dan secepatnya dipasang dirumah warga kalau memang program itu ada. Pemerintah siap mendukung apalagi program yang membatu masyarakat keluar dari kegelapan.

Sementara Ketua Gerakan Layan Tani Indonesia (GLTI) Manggarai Timur Magdalena Nahas didamping Sekretaris Damu Damian dan Bendahara Pankrasius Purnama mengatakan mereka dipercayakan oleh GLTI dan belum satu bulan bekerja dan mengumpulkan KTP didesa-desa yang selama ini sudah ditugaskan.

“Program pengumpulan KTP dilakukan secara gratis tidak dipungut biaya. Pihaknya sejauh ini mendapat tantangan berat saat pengumpulan KTP karena pada moment politik. Memang beberapa orang yang selama ini sebelum menjadi caleg sudah lama membantu banyak petani-petani di desa dan kampung-kampung dan kebetulan program ini dipercayakan oleh GLTI sebagai pelaksana dilapangan”, tuturnya.

Leny sapaan akrabnya mengatakan pihak sudah menyampaikan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa harus dibedakan bahwa program ini bukan program partai tetapi niat baik dari pemerintah pusat lewat GLTI agar masyarakat layaknya mendapat penerangan dan hiburan.

“Sejauh ini masyarakat tidak pernah menolak justu mereka begitu antusias dan dengan suka rela mengumpulkan KTP untuk dikirim kepusat”, terangnya.

Dia juga menyampaikan terimas kasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada GLTI yang telah memilih kabupaten Manggarai Timur masuk dalam program tersebut, dan hari ini terbukti dengan hadir GLTI Pusat dan memberitahukan secara resmi kepada pemerintah daerah dan berharap PLTS secepat dipasang kesetip rumah yang layak mendapat bantuan. (Mhen/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan