oleh

Diklat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, Gerbang Awal Pengabdian kepada Negeri

RADARNTT, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengapresiasi keikutsertaan pegawai KPK dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan. Peran sebagai penggerak dan pelopor persatuan dan kesatuan bangsa diharapkan dari para peserta diklat ini.

Ketua KPK menjadi pemateri dalam salah satu sesi diklat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan pada Rabu, (4/8/2021), didampingi Mayjen TNI Teguh Mudji Angkasa dan Letjen TNI (Purn.) Yudhi S dari Universitas Pertahanan RI. Adapun diklat ini diikuti seluruh peserta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam materi yang berjudul  “Peran Strategis KPK Mewujudkan Indonesia Bebas dari Korupsi”, Firli menekankan kembali perlunya KPK mengambil peran dalam setiap kebijakan dan keberlangsungan  pembangunan nasional. Meski kini pegawai KPK berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), independensi pemberatasan korupsi tak akan berkurang, karena dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya KPK tidak terpengaruh kepada kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Seluruh insan KPK diberikan mandat dari rakyat dan mendapat perintah untuk melakukan pemberantasan korupsi. Menjadi harapan kita semua bahwa rekan-rekan akan menjadi bagian  penggerak bela negara dan wawasan kebangsaan, kecintaan terhadap tanah air dan pelopor yang mewarnai indahnya kebhinekaan, dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” pesan Firli.

Ketua KPK juga berharap, seluruh pegawai KPK dapat terus menebarkan semangat berkarya untuk bangsa melalui pemberantasan korupsi, sebagai salah satu wujud pengabdian kepada negeri.

“Lahan pengabdian terbuka luas, dan ini adalah pintu gerbang dari sekian pintu gerbang yang akan dilalui. Ini adalah salah satu awal kehidupan untuk mengarungi ribuan kehidupan selanjutnya,” pungkas Firli. (Humas KPK)

Komentar

Jangan Lewatkan