oleh

DPR RI Dukung Penuh Vaksin Anak Bangsa

RADARNTT, Jakarta – DPR RI mengedepankan dan mendukung proses pengembangan vaksin nusantara, vaksin merah putih dan vaksin lainnya yang sedang digagas oleh anak bangsa.

Hal ini disebutkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad pada Masa Persidangan Paripurna IV Tahun 2020-2021 di Parlemen, Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Sebelumnya, Komisi IX yang diwakili oleh Anshory Siregar mengatakan bahwa Pemerintah segera wujudkan vaksin nusantara dan hindari xenosentrisme.

“Segera mewujudkan vaksin nusantara dan hindari xenosentrisme. Xenosentrisme yang berarti membanggakan produk bangsa lain daripada bangsa sendiri,”katanya kedapa pimpinan Rapat Paripurna

Ada beberapa hal yang disampaikan Anshory selaku perwakilan Komisi IX DPR kepada peserta dan pimpinan sidang Paripurna tersebut, yakni:

Pertama, Presiden RI, Bapak Joko Widodo sudah pernah memanggil Kementerian Keuangan untuk membantu mewujudkan vaksin nusantara atau vaksi produk anak bangsa;

Kedua, Impres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Instruksi Presiden (INPRES) tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan;

Ketiga, Pimpinan DPR DPR RI juga mendukung vaksin anak bangsa; Keempat, masih banyak dokter-dokter senior atau tenaga kesehatan bahkan para pakar yang tidak mau divaksin dengan vaksin luar negeri, tetapi mereka menunggu vaksin yang dihasilkan oleh anak bangsa (vaksin nusantara atau merah putih);

Kelima, pada tanggal 10 Maret 2021, Raker Komisi IX dengan Menteri Kesehatan RI, Menteri Riset dan Teknolgi, Kepala Badan Riset dan Inovasi atau Nasional, kepada BPOM RI, Direktur Lembaga Biologi Molekul RI telah menyepakati Kesimpulan Rapat untuk ditindaklanjuti.

Meresponi permintaan Komisi IX, seluruh pimpinan DPR menyetujui dan menyepakati agar vaksin nusantara, merah putih dan vaksin lainnya dikedepankan.

“Hasil Raker yang dilakukan Komisi IX dengan Menteri Kesehatan, BPOM dan Kemenristek bersifat mengikat. Namun sangat disayangkan BPOM kemudian membuat statemen ataupun mungkin surat yang menafikan hasil rapat kerja tersebut,” kata Dasco.

Selanjutnya Dasco menilai bahwa Komisi IX segera berkonsultasi dengan Pimpinan DPR agar mendorong vaksin nusantara dikedepankan.

Para Pimpinan DPR menilai bahwa vaksin buatan anak bangsa perlu didorong dan ditingkatkan serta vaksin tersebut merupakan sebuah kemajuan bangsa Indonesia

”Kami akan minta juga Komisi IX untuk konsultasi dengan pimpinan DPR untuk kita segera mengambil langkah-langkah ini agar perlu supaya vaksin nusantara ini, bisa kita dorong untuk kemajuan bangsa,” kata Dasco. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan