oleh

Libatkan Perempuan Lebih Aktif, KPK Gelar Bimtek Khusus Perempuan

RADARNTT Jakarta – Guna membangun kekuatan pencegahan korupsi yang lebih masif, peran serta perempuan teramat dibutuhkan. Karena itu, Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi pemberantasan Korupsi (Permas KPK) berkolaborasi dengan Bhayangkari Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) daring terkait pemberantasan korupsi dan peran serta masyarakat pada Rabu, (18/8/2021).

“Kami harap peran serta dalam kegiatan ini dapat menjawab tantangan yang kita hadapi sebagai perempuan, sebagai ibu atau pejabat pemerintah untuk tetap bersikap antikorupsi. KPK juga berharap dalam satu rumah ada satu orang yang bisa menjelaskan apa itu korupsi, bagaimana bahayanya, bagaimana menghindarinya dan bagaimana untuk mencegah perbuatan itu,” ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar membuka acara.

Lebih jauh Lili menjelaskan mengenai peran perempuan. Perempuan ialah orang hebat dengan beragam aktivitas yang bisa menanamkan nilai kejujuran dari banyak sisi, terutama keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Ditambah, ujar Lili, saat ini ada berbagai platform media sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai alat penyebaran pendidikan dan pesan-pesan antikorupsi.

Menurut Direktur Permas KPK, Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, kegiatan serupa telah dilakukan sebelumnya dengan cakupan wilayah Bangka Belitung pada 28 Juli 2021. Kumbul pun menyampaikan materinya tentang perempuan dan antikorupsi pada sambutan kali ini.

“Kami sudah melakukan bimtek di berbagai daerah, sekarang khusus di wilayah NTB. Pertama kita mengingat bahwa perempuan ada 3 peran yang tidak bisa kita lupakan, yaitu sebagai istri, ibu dan juga bagian dari masyarakat,” katanya.

Sebagai istri, KPK berharap perempuan dapat memotivasi suaminya, istri mendorong suaminya untuk bekerja baik bukan untuk hal-hal yang tidak baik apalagi korupsi. Kemudian sebagai ibu, katanya, seperti diketahui bahwa pemimpin-pemimpin bangsa lahir dari rahim ibu dan seorang ibu adalah pendidik pertama terhadap anak-anaknya menjadi orang baik. Maka diharapkan perempuan NTB khususnya dapat menjadi ibu yang mendidik anaknya dengan kebaikan. Ketiga, peran perempuan sebagai bagian dari masyarakat yang turut serta juga ikut menyebarkan nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam materinya, Kumbul juga menjelaskan mengapa KPK hadir dalam bimtek ini untuk menyasar perempuan, yaitu melihat data yang telah ditangani dalam Tindak Pidana Korupsi, terdapat 116 perempuan dari 1262 tersangka, tentu ini menjadi ironi.

“Kemudian fakta bahwa banyak kasus korupsi melibatkan keluarga, suaminya korupsi, istrinya juga terlibat, nah ini kita tidak harapkan terjadi di NTB. Jangan sampai sudah kita berikan sosialisasi lantas di kemudian hari ada perempuan-perempuan NTB yang tertangkap karena keterlibatan korupsi,” tutupnya.

Bimtek ini diikuti oleh hampir 1000 orang peserta yang berasal dari kelompok perempuan yang ada di Nusa Tenggara Barat, seperti Bhayangkari, PKK, Jalasenastri, Persit, PIA Ardhya Garini, dan istri pejabat. Acara juga dihadiri oleh Kapolda NTB M. Iqbal, Ketua Bhayangkari NTB Nindya, M. Iqbal serta psikolog Joice Manurung. (Humas KPK)

Komentar

Jangan Lewatkan