oleh

Pentingnya Kemamputelusuran untuk Memastikan Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan Skala Industri

RADARNTT, Jakarta – Setelah empat tahun berinvestasi, dan terlepas dari segala kendala yang muncul semasa pandemi global, Sinar Mas Agribusiness and Food telah mencapai 95 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk seluruh rantai pasoknya. Komitmen Perusahaan terhadap rantai pasok yang sepenuhnya dapat ditelusuri dilandasi pada keyakinannya bahwa kemamputelusuran – mengetahui rantai pasoknya – menciptakan landasan yang diperlukan untuk mendukung penerapan praktik produksi berkelanjutan pada tingkat industri.

“Kemamputelusuran membantu kami membangun hubungan dan kepercayaan yang lebih kuat dengan pemasok. Informasi dari proses tersebut juga memungkinkan kami untuk memperluas dan secara ambisius namun tetap realistis akan upaya intervensi kami, terutama dengan petani swadaya,” kata Anita Neville, Chief Sustainability and Communications Officer, Sinar Mas Agribusiness and Food, dalam diskusi panel online Perusahaan bertemakan Menuju Industri Sawit yang Berkelanjutan melalui Transformasi Rantai Pasok.

Anita menambahkan, “Kami percaya upaya ini tidak hanya baik bagi bisnis kami tetapi juga mendukung penguatan industri vital Indonesia ini – membantu industri ini menjadi lebih produktif, efisien dan kompetitif, melalui penerapan praktik produksi yang diakui dan berkelanjutan.”

Sejak 2015, Sinar Mas Agribusiness and Food telah mencapai 100 persen kemamputelusuran di semua pabrik pemasok yang memasok minyak kelapa sawit ke enam kilang Perusahaan. Memiliki pandangan yang komprehensif dari semua pemasok, sub-pemasok Perusahaan dan hubungan di antara mereka, memungkinkan Perusahaan berkolaborasi dan berinvestasi untuk membuat seluruh rantai pasok lebih tangguh dan berkelanjutan.

Upaya kemamputelusuran lainnya yakni Sinar Mas Agribusiness and Food melakukan pemantauan dan penilaian rutin terhadap pemasok minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO), untuk memastikan mereka memahami dan mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG).

“Berkat program SMART REACH – Remote Engagement, Assessment and Conference (call) from Home melalui konferensi video, sejak Maret 2020 hingga Oktober 2021, kami berhasil melakukan penilaian terhadap sekitar 72 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan total kunjungan langsung kami ke lapangan pada periode yang sama di tahun lalu,” kata Wahyu W. Wijayanti, Head of Traceable and Transparent Production.

Kemamputelusuran juga merupakan pendorong komersial yang kuat. Pelanggan semakin cerdas dan ingin mengetahui asal bahan baku mereka. Untuk mengamankan volume yang dapat ditelusuri, pelanggan bahkan bersedia membayar harga kompetitif, berkomitmen untuk pembelian berskala besar atau membuat kontrak kerjasama jangka panjang. Kolaborasi antara pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan industri lainnya sangat penting untuk mencapai industri minyak kelapa sawit berkelanjutan secara keseluruhan.

Lebih dari 40 persen perkebunan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh sekitar dua juta petani swadaya. “Sebagai pengusaha, kami memahami manfaat jangka panjang dari pemetaan rantai pasok ini. Kami akan memenuhi permintaan konsumen akan kemamputelusuran produk sekaligus berpartisipasi dalam menciptakan industri sawit yang lebih berkelanjutan dengan membantu petani swadaya yang membutuhkan dukungan untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih baik,” kata Sulianto, Sustainability Manager, PT Sugih Riesta Jaya, pemasok pihak ketiga Sinar Mas Agribusiness and Food.

Upaya ini, serta komitmen lain dalam KSLG diakui oleh berbagai pemangku kepentingan, dan melalui sistem pelaporan dan pengungkapan seperti CDP, perusahaan dapat mengukur kinerjanya. “Melaporkan praktik terbaik dalam mengelola risiko lingkungan melalui platform CDP memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelola, dan mengkomunikasikan tindakan mereka untuk mengatasi isu-isu perubahan iklim, mengelola risiko hilangnya hutan, dan memastikan keamanan pasokan air.

Sinar Mas Agribusiness and Food dalam tiga tahun terakhir memperoleh nilai tingkat leadership untuk program hutan CDP, yang merefleksikan posisi kepemimpinannya dalam sektor minyak sawit,” kata Rini Setiawati, Senior Manager, Forest, CDP.

Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 536.877 hektar (termasuk kebun milik petani plasma) per 30 Juni 2021.

Perusahaan memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati. Didirikan pada 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999 dengan nilai kapitalisasi pasar US$2,2 miliar per 30 Juni 2021. Perusahaan investasi Flambo International Limited saat ini merupakan pemegang saham terbesar GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50,35 persen.

GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1992. Sinar Mas Agribusiness and Food berfokus pada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utamanya meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit; pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening dan biodiesel; serta perdagangan produk kelapa sawit ke seluruh dunia.

Produk perusahaan dikirimkan kepada basis pelanggan yang beragam di lebih dari 70 negara melalui jaringan distribusi global dengan kemampuan pengapalan dan logistik, pemasaran berdasarakan area tujuan, on-shore refining dan ex-tank operations di berbagai negara. Sinar Mas Agribusiness and Food juga memiliki bisnis penunjang lainnya seperti produk berbahan dasar kacang kedelai di China, produk berbasis bunga matahari di India, serta bisnis gula. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan