oleh

KPK Cegah dan Deteksi Korupsi Melalui Literasi Data

RADARNTT, Jakarta – Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar kegiatan Survei Penilaian Integritas (SPI) Data Challenge untuk Tahun 2022.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring, telah melalui empat tahapan seleksi hingga terpilihnya lima finalis kompetisi yang masuk dalam ‘Grandfinal SPI Data Challenge 2022’, Rabu (16/11/2022).

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan menyebut, meskipun penyelenggaraan terbatas di tengah pemulihan pandemi Covid-19, KPK terus bersemangat dan berharap agar momen ini tetap menyerukan kepada generasi-generasi untuk berpikir kreatif dan kritis.

“Penghambat upaya pencegahan itu teridentifikasi pada salah satu sumber persoalan, yaitu rendahnya integritas birokrasi yang menyebabkan pelayanan publik tidak transparan, sehingga berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi. Untuk itu, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan korupsi melalui analisis data Survei Penilaian Integritas (SPI),” ungkap Pahala.

Lanjut Pahala, pada platform Jaga.id menginisiasikan KPK untuk membuka informasi seputar monitoring dalam upaya pencegahan korupsi dari tingkat pusat sampai daerah. Dari keterbukaan tersebut, SPI dapat memetakan risiko korupsi sekaligus mengukur kemajuan upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh instansi pemerintah, khususnya Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (KLPD).

“Jika ada yang mengatakan pencegahan korupsi hanya ada satu cara untuk memberantasnya, bisa dikatakan itu hal yang salah. Tetapi, jika terdapat tujuh atau lebih dari tujuh cara dalam mencegah korupsi bisa dipastikan benar,” kata Pahala.

Oleh karenanya, berbagai macam cara KPK lakukan untuk mencegah tindak pidana korupsi. Salah satunya dengan membuat data challenge pada kegiatan SPI Data Challenge Tahun 2022, yang secara spesifik menggunakan basis dari platform Jaga.id.

Selain itu, lima finalis kompetisi yang masuk Grand Final SPI Data Challenge 2022, bisa memanfaatkan dan menganalisis data SPI yang terdapat pada aplikasi JAGA. Analisis data dapat dilakukan dengan metode descriptive analysispredictive analysis, prescriptive analysis, dan analisis lainnya yang dikemas dalam bentuk makalah untuk dipresentasikan kepada juri.

Untuk itu, KPK mengapresiasi kepada para peserta dan juri yang telah ikut serta dalam kegiatan SPI Data Challenge 2022, karena pada kegiatan ini harus berdasarkan fakta dan data yang terdapat pada SPI. Namun dari data dan fakta tersebut, para peserta dituntut untuk menjembatani agar bisa menyimpulkan dengan bahasa yang lebih sederhana kepada masyarakat.

Adapun kriteria penilaian para peserta SPI Data Challenge Tahun 2022, terdapat empat parameter diantaranya orisinalitas yang merupakan kreativitas dan kesesuaian dengan tema. Kualitas analisis, dibuat tidak berupa penjabaran tema secara umum, tetapi mengandung hasil pemikiran kritis dan analisis yang mendalam, baik secara deskriptif maupun inferensial.

Selanjutnya kualitas penulisan berkesinambungan antar kata dan paragraf, dengan penggunaan ejaan dan tata bahasa yang sesuai dengan kaidah penulisan. Terakhir ialah impact atau manfaat terhadap peningkatan kualitas kebijakan pada pemerintah dan rekomendasi feasible untuk instansi terkait, seperti KPK maupun platform Jaga.id.

Setelah kegiatan ini, KPK berharap kepada para peserta agar bisa mengusulkan tentang jenis analisa SPI yang mudah dipahami untuk disebarkan kepada masyarakat. Karena, dalam merumuskan data SPI terdapat faktor koreksi sebagai bagian dalam pembentukan indeks integritas yang berperan sebagai penyeimbang indeks penilaian internal, eksternal, dan eksper atau ahli. (TIM/RN)

Komentar