oleh

Wujudkan Ekosistem Digital Inklusif, Indonesia Percepat Transformasi Empat Sektor Strategis

-Nasional-303 Dilihat

RADARNTT, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba menyatakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak hanya menjadi kebutuhan di era digitalisasi saat ini, tetapi juga sebuah perjalanan yang harus ditempuh oleh setiap bangsa. Dengan semangat tersebut, Pemerintah Indonesia berupaya untuk mempercepat transformasi digital nasional melalui empat sektor strategis.

“Langkah strategis itu dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang benar-benar digital dengan membina ekosistem digital agar lebih inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan untuk semua,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam Partner2Connect (P2C) Digital Development Roundtable, yang berlangsung secara daring dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2022).

Sekjen Mira menjelaskan, empat sektor strategis tersebut mencakup infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. “Pemerintah Indonesia berpandangan bahwa area infrastruktur digital dan masyarakat digital yang terdapat dalam Peta Jalan Digital Indonesia selaras dengan dua fokus area dari P2C, yaitu akses dan adopsi,” ungkapnya.

Sekjen Mira menyatakan Pemerintah Indonesia telah membangun infrastruktur telekomunikasi digital dengan beragam teknologi mulai dari backbone, middle-mile dan last-mile.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menyediakan konektivitas digital yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat melalui penyebaran konektivitas 4G untuk mencakup seluruh wilayah di dalam negeri dengan total 83.218 desa pada tahun 2022. Ini adalah visi transformasi digital yang merangkul semua yang akan menghubungkan yang tidak terhubung dan tidak membiarkan siapapun tertinggal,” tuturnya.

Selain ketersediaan konektivitas internet, Kementerian Kominfo mendorong transformasi digital bagi masyarakat Indonesia untuk bisa mengadopsi teknologi digital melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital dan Digital Talent Scholarship. Program keterampilan digital ini terdiri dari tiga tingkatan yakni level dasar, menengah, dan lanjutan.

“Pada area masyarakat digital, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kominfo berupaya menyediakan program literasi digital kepada 15 juta masyarakat sampai dengan tahun 2024 dan membuka pelatihan kepada 300.000 peserta melalui program Digital Talent Scholarship untuk memanfaatkan bonus demografi dalam rangka memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital dan mendidik talenta digital bangsa. Sehingga masyarakat dapat mengadopsi dan mengembangkan teknologi digital secara produktif, aman, dan bertanggung jawab,” tandas Sekjen Mira.

Indonesia Calonkan Anggota Dewan ITU

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo menyampaikan apresiasi kepada seluruh negara anggota International Telecommunication Union (ITU) atas dukungan bagi keanggotaan Indonesia di Dewan ITU.

Menurutnya, Indonesia telah mengajukan pencalonan Dr Meiditomo Sutyarjoko sebagai anggota dewan untuk Wilayah E selama pemilihan umum dan konferensi mutlak ITU yang akan datang.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ITU karena telah memberikan kesepatan bagi negara anggota dan pemangku kepentingan untuk saling berdiskusi, berbagi upaya dan komitmennya”, ujarnya dalam kegiatan Partner2Connect (P2C) Digital Development Roundtable yang berlangsung secara hibrida pada 7–9 Juni 2022.

Partner2Connect (P2C) Digital Development Roundtable diselenggarakan di sela – sela sidang World Telecommunication Development Conference (WTDC) yang diselenggarakan pada tanggal 6 – 16 Juni 2022, di Kigali, Rwanda.

P2C Digital Development Roundtable ditujukan bagi para Menteri atau pejabat tinggi yang mewakili Menteri bidang telekomunikasi/TIK, dan pemimpin sektor swasta TIK untuk dapat menyampaikan intervensi/sambutan terkait ikrar (pledge) dalam menyediakan konektivitas yang bermanfaat dan memiliki kesesuaian dengan 4 (empat) area fokus P2C yaitu Access, Adoption, Value Creation, serta Accelerate.

Access terdiri atas tiga pilar yakni Connectivity and digital infrastructure (Infrastructure), Connectivity and digital infrastructure (Affordability), dan Cybersecurity. Adoption meliputi tiga pilar yakni Skills, Digital inclusion, dan Relevant/local content and services.

Untuk Value Creation mencakup tiga pilar yakni Digital innovation and entrepreneurship, Applications and services, dan Digital economy. Sedangkan Accelerate, terdiri atas tiga pilar yaitu Innovative financing, Project viability, serta Investor constellation.

Dalam Partner2Connect (P2C) Digital Development Roundtable, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba didampingi Plh. Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Sri Sunardi dan Subkoordinator Kelembagaan Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Aplikasi Informatika, dan Informasi dan Komunikasi Publik Multilateral Pusat Kelembagaan Internasional Aulia Astagina Ramadhani. (Humas Kominfo)

Komentar